Tampilkan postingan dengan label Artikel Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Remaja. Tampilkan semua postingan

1 Nov 2013

Life Is a Choice


“Pilih satu keahlian, habiskan waktu sebagian besar untuknya, dan pastikan nggak ada yang lain yang lebih mumpuni dalam bidang itu dibanding Anda!” -Ustadz Felix Siauw-


Life Is a Choice

Life Is a Choice. Hidup itu adalah pilihan. Yah hidup itu harus memilih, memilih diantara banyak pilihan untuk tetap fokus dan hidup lebih terarah. Demikianlah sejatinya hidup yang mengahruskan memilih. Bahkan sejak kecil kita sudah harus memilih meski dalam konteks belajar. Mau jadi anak baik atau tidak itu pilihan, mau jadi orang yang dengan segudang prestasi itu juga pilihan. Namun ada satu hal yang diluar kemampuan kita untuk memilih. Sebagai contoh, ketika kita masih di dalam kandungan ibu, kita tak bisa memilih jenis kelamin kita, dan kita juga tak bisa memilih dari rahin siapa kita dilahirkan. Itu sudah kuasa Allah swt.

Life Is a Choice. Hidup itu adalah masalah pilihan. Namun dalam perjalanannya tak semudah yang kita bayangkan. Hidup harus benar-benar memilih. Memilih yang terbaik diantara yang baik. Memilih masa depan itu bukan perkara yang mudah, lima tahun yang akan datang, sepuluh tahun, dua puluh tahun mau menjadi apa itu kita pilih sejak saat ini. Teruntuk saya yang masih remaja menginjak dewasa ini. Pikiran dan emosi yang masih labil membuat segala sesuatunya sulit dipilih. Sedikit membela diri, memang sudah fitrah manusia kalau kepengen semuanya. Saya sangat tertarik dengan ilmu yang sangat luas. Saya tertarik dengan seni menginspirasi dan memotivasi, saya juga tertarik pada public speaking mungkin karena saya termasuk orang dengan tipe sanguins yang selalu ingin tampil di muka umum. Namun, tak lama lagi saya akan menjadi seorang statistikawan.


Life Is a Choice

Tapi inilah hidup, “life is a choice, and there’s only one choice at one time”, kita hanya bisa memilih satu hal dalam satu waktu, dan fokus perlu dalam apapun yang kita kerjakan. Namun sempat berpikir saat membaca buku “99 Ilmuwan Muslim Perintis Sains Modern”, mereka adalah orang yang jenius dalam berbagai bidang, tapi tetep ada bidang yang mereka kuasai lebih dari yang lain.

Al-Khwarizmi misalnya, ilmuwan asal Uzbekistan ini adalah orang pertama yang menemukan Algoritma Matematika. Beliau juga tidak saja ahli dibidang matematika, beliau juga dikenal sebagai astronom dan ahli geografi. Contoh lain adalah Al Kindi, ilmuwan kimia dengan nama lengkap Abu Yusuf Ya’kub bin Ishak al-Kindi dari Yunani. Beliau juga tak hanya dikenal sebagai ahli kimia, namun juga ilmu matematika dan filsuf handal.

Itulah beliau-beliau yang ahli diberbagai bidang. Untuk orang seperti kita (saya dan anda) hendaklah fokus terlebih dahulu dalam memilih keahlian. Perkara ingin menjadi orang yang ahli diberbagai bidang, itu pun bisa, namun hanya saja dibutuhkan tahapan-tahapan dan prioritas dan ten tetap ada satu hal yang harus kita kuasai lebih daripada yang lain. Yang menyebabkan kita muncul diantara yang lain.

3 Agu 2012

Kenapa Aku GALAU?

monyet-galau


Tentu banyak yang menyimpan definisi pribadi tentang kata “galau”. Perputaran topik perbincangan masalah satu ini di media-media sosial sangatlah cair dan riuh. Dari sekadar curahan hati di linimasa hingga tulisan puitis berbentuk prosa, banyak orang mendefinisikan “galau” sebagai sebuah bentuk perasaan yang kurang nyaman, sedih, gelisah, menyesal, bingung, dan sebagainya. Tapi, apa definisi sebenarnya kata “galau”?

Entah apa makna sebenarnya dari kata GALAU. Yang jelas virus galau sudah menjamur di seantero negeri Indonesia. Siapa yang memulai atau siapa yang mempopulerkan kata galau sudah tidak menjadi suatu kepentingan lagi. Yang terpenting adalah ketika seseorang merasa tidak ada kebahagian dalam hatinya, maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut terjangkit virus GALAU dengan diagnosa KANKER GALAU AKUT.

Indonesia merupakan negara yang kaya raya bukan hanya kaya akan sumber daya alam yang melimpah namun juga kaya akan bahasa. Berbicara masalah kaum muda yang notabene merupakan sebuah masa peralihan dari anak-anak (remaja) menuju tahap kedewasaan ternyata memiliki bahasa tersendiri yang biasa disebut bahasa gaul/geol atau kalau di Amerika disebut bahasa prokem.

Kata GALAU dalam kamus bahasa indonesia sendiri berarti kacau tidak keruan (pikiran). Bisa diartikan bahwa seseorang yang sedang dalam masa Galau mempunyai sebuah pola pikir yang sedang kacau (cemas). Secara bahasa, memang tidak salah jika “galau” disejajarkan artinya dengan keadaan mental yang tidak tenang, sedih, dan sebagainya seperti selama ini kita dengar dari banyak media. Hanya saja, pemekaran arti lain yang dalam kamus lebih diutamakan, bisa dipahami sebagai bagian dari pemaknaan kata.

Fakta Galau


Galau sudah bergeser makna menjadi sedih.Galau biasanya erat dengan masalah percintaan. Banyak orang menikmati masa-masa galau mereka.Beberapa orang malah menjadi lebih kreatif seiring dengan kegalauan mereka.Social Media membuat orang jadi melebih-lebihkan kegalauan mereka. Padahal sih sebenernya gak gitu-gitu amat.

19 Jul 2012

Tipe Galau yang Melanda Anak Muda Zaman Sekarang


Foto: "Beberapa Tipe Galau yang Melanda Anak Muda Zaman Sekarang"

Ayo Jempolnya Taruh


Galau. Itulah fenomena yang sedang merebak di Indonesia. Boleh dibilang galau itu adalah penyakit menular masa kini. Apakah itu galau? Galau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu: ber•ga•lau : sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran); ke•ga•lau•an : sifat (keadaan hal) galau. Biasanya galau ini melanda anak-anak muda pada umumnya dan yang memiliki status jomblo pada khususnya. Seandainya saja ada jurusan khusus yang mengatasi masalah kegalauan mungkin akan banyak peminatnya.

Berikut ini jenis-jenis kegalauan:

1. GADUNGAN
GADUNGAN adalah singkatan dari GAlau menDUNG dan hujAN. Galau jenis ini biasanya banyak bermunculan ketika musim hujan tiba, sama seperti halnya jamur yang tumbuh di musim hujan.

2. GAMPANGAN
GAMPANGAN adalah singkatan dari GAlau Mencari PAsaNGAN. Galau jenis ini dikarenakan belum mendapat pasangan yang dapat mengubah hidupnya.

3. GABUNGAN
GABUNGAN adalah singkatan dari GAlau BUtuh pasaNGAN. Galau ini dikarenakan belum mendapat pasangan dan sangat membutuhkan sekali pasangan untuk mengobati kegalauannya yang sangat akut.

4. GARUT
GARUT adalah singkatan dari GAlau RUTin. Jenis ini menjadikan galau sebagai rutinitas sehari-harinya. Sepertinya “Tiada hari tanpa galau.” telah menjadi motto hidupnya.

5. GANTENG
GANTENG adalah singkatan dari GAlau di atas geNTENG. Galau jenis ini mempunyai tempat khusus untuk mencurahkan kegalauannya yaitu di atas genteng.

6. GAJIAN
GAJIAN adalah singkatan dari GAlau uJIAN. Galau jenis ini terjadi pada saat sebelum, sedang dan setelah ujian.

7. GRATIS
GRATIS adalah singkatan dari GAlau RAda auTIS. Galau jenis ini menyebabkan pendertinya terlihat seperti orang yang memiliki dunia sendiri atau biasanya disebut autis.

8. GARUDA
GARUDA adalah singkatan dari GAlau membuRU janDA. Galau jenis ini contohnya terjadi pada artis Raffi Ahmad yang menyukai janda seperti Yuni Shara.

9. GARONG
GARONG adalah singkatan dari GAlau ROkok dan NGopi. Penderita galau jenis ini biasanya menyalurkan kegalauannya sambil merokok dan minum kopi.

10. GATRA
GATRA adalah singkatan dari GAlau TRAgis. Galau jenis ini terjadi seakan-akan penderitanya telah mengalami tragedi yang sangat hebat.

11. GARING
GARING adalah singkatan dari GAlau RINGan. Gejala kegalauan jenis ini terjadi tidak begitu akut namun tetap saja menular.

12. GANGSTER
GANGSTER adalah singkatan dari GAlau NGeneS TERus. Galau jenis ini sangat berbahaya karena tidak hanya menular namun juga dapat menyebabkan emosi.

13. GSM
GSM adalah singkatan dari Galau Setiap Malam. Galau jenis ini sama halnya dengan galau rutin namun waktunya lebih spesifik lagi yaitu pada malam hari.

14. GAPLEH
GAPLEH adalah singkatan dari GAlau Pegang LEHer. Galau jenis ini ditandai dengan memegang-megang lehernya ketika penderita mengalami kegalauan.

15. GANESHA
GANESHA adalah singkatan dari GAlau NElpon Setiap HAri . Penderita galau jenis ini biasanya setiap hari menelpon seseorang untuk mencurahkan kegalauannya.

16. GARUK
GARUK adalah singkatan dari GAlau baRU Kemarin. Penderita galau jenis ini adalah penderita yang baru pertama kalinya mengalami kegalauan.

17. GATOTKACA
GATOTKACA adalah singkatan dari GAlau meloTOTin muKA di kaCA. Galau jenis ini terjadi pada saat penderita sedang bercermin memandangi wajahnya.

18. GAYUS
GAYUS adalah singkatan dari GAlau melaYU Sendu. Galau jenis ini terjadi pada saat mendengarkan lagu-lagu pop melayu berirama sendu.

19. GPS
GPS adalah singkatan dari Galau Pinggir Sungai. Penderita galau jenis ini mempunyai tempat khusus untuk mencurahkan segala kegalauannya.

20. GAMANG
GAMANG adalah singkatan dari GAlau bersaMA NGobrol. Galau jenis ini terjadi pada sekelompok penderita kegalauan yang berkumpul menceritakan kegalauannya masing-masing.

21. GAPTEK
GAPTEK adalah singkatan dari GAlau Pakai TEKnologi. Penderita galau jenis ini menggunakan fasilitas berbau teknologi seperti: facebook, twitter, Blackberry Messenger, yahoo messenger dsb; untuk mencurahkan kegalauannya.

22. GAMIS
GAMIS adalah singkatan dari GAlau MInta Simpati. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya terlihat seperti terguncang jiwanya dan orang yang melihatnya akan merasa iba karenanya.

23. GALAK
GALAK adalah singkatan dari GAlau LAKi. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya terlihat lebih jantan, bijaksana dan berwibawa dari biasanya.

24. GANTAR
GANTAR adalah singkatan dari GAlau main giTAR. Penderita galau jenis ini mencurahkan kegalauannya dengan bermain gitar menyanyikan lagu-lagu yang menyayat hati.

25. GANJA
GANJA adalah singkatan dari GAlau maNJA. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi manja kepada setiap orang yang ada di dekatnya.

26. GALANG
GALANG adalah singkatan dari GAlau LANGka. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi jarang terlihat karena ia mencari tempat yang sepi untuk mencurahkan kegalauannya.

27. GADING
GADING adalah singkatan dari GAlau DINGin. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi dingin menyikapi segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

28. GASING
GASING adalah singkatan dari GAlau puSING. Galau jenis ini menyebabkan seseorang yang ada didekatnya menjadi pusing akibat tingkah laku yang dilakukan olehnya.

29. GALENDO
GALENDO adalah singkatan dari GAlau terLENa DOrama. Galau jenis ini diakibatkan penderita terlena dengan jalan cerita yang ada pada saat menonton dorama.

30. GADIS
GADIS adalah singkatan dari GAlau seDIh Sekali. Galau jenis ini mengakibatkan raut muka penderitanya terlihat sedih sekali.

31. GAJAH
GAJAH adalah singkatan dari GAlau JAHat. Galau jenis ini berakibat penderitanya menjadi bersikap jahat kepada semua orang.

Sebenarnya masih ada kegalauan yang lainnya, namun saya galau mau meneruskan tulisan ini atau tidak. Tunggu saja tidak mungkin akan ada edisi selanjutnya.


"Myafi"Galau. Itulah fenomena yang sedang merebak di Indonesia. Boleh dibilang galau itu adalah penyakit menular masa kini. Apakah itu galau? Galau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu: ber•ga•lau : sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran); ke•ga•lau•an : sifat (keadaan hal) galau. Biasanya galau ini melanda anak-anak muda pada umumnya dan yang memiliki status jomblo pada khususnya. Seandainya saja ada jurusan khusus yang mengatasi masalah kegalauan mungkin akan banyak peminatnya.

Berikut ini jenis-jenis kegalauan:

1. GADUNGAN
GADUNGAN adalah singkatan dari GAlau menDUNG dan hujAN. Galau jenis ini biasanya banyak bermunculan ketika musim hujan tiba, sama seperti halnya jamur yang tumbuh di musim hujan.

2. GAMPANGAN
GAMPANGAN adalah singkatan dari GAlau Mencari PAsaNGAN. Galau jenis ini dikarenakan belum mendapat pasangan yang dapat mengubah hidupnya.

3. GABUNGAN
GABUNGAN adalah singkatan dari GAlau BUtuh pasaNGAN. Galau ini dikarenakan belum mendapat pasangan dan sangat membutuhkan sekali pasangan untuk mengobati kegalauannya yang sangat akut.

4. GARUT
GARUT adalah singkatan dari GAlau RUTin. Jenis ini menjadikan galau sebagai rutinitas sehari-harinya. Sepertinya “Tiada hari tanpa galau.” telah menjadi motto hidupnya.

5. GANTENG
GANTENG adalah singkatan dari GAlau di atas geNTENG. Galau jenis ini mempunyai tempat khusus untuk mencurahkan kegalauannya yaitu di atas genteng.

6. GAJIAN
GAJIAN adalah singkatan dari GAlau uJIAN. Galau jenis ini terjadi pada saat sebelum, sedang dan setelah ujian.

7. GRATIS
GRATIS adalah singkatan dari GAlau RAda auTIS. Galau jenis ini menyebabkan pendertinya terlihat seperti orang yang memiliki dunia sendiri atau biasanya disebut autis.

8. GARUDA
GARUDA adalah singkatan dari GAlau membuRU janDA. Galau jenis ini contohnya terjadi pada artis Raffi Ahmad yang menyukai janda seperti Yuni Shara.

9. GARONG
GARONG adalah singkatan dari GAlau ROkok dan NGopi. Penderita galau jenis ini biasanya menyalurkan kegalauannya sambil merokok dan minum kopi.

10. GATRA
GATRA adalah singkatan dari GAlau TRAgis. Galau jenis ini terjadi seakan-akan penderitanya telah mengalami tragedi yang sangat hebat.

11. GARING
GARING adalah singkatan dari GAlau RINGan. Gejala kegalauan jenis ini terjadi tidak begitu akut namun tetap saja menular.

12. GANGSTER
GANGSTER adalah singkatan dari GAlau NGeneS TERus. Galau jenis ini sangat berbahaya karena tidak hanya menular namun juga dapat menyebabkan emosi.

13. GSM
GSM adalah singkatan dari Galau Setiap Malam. Galau jenis ini sama halnya dengan galau rutin namun waktunya lebih spesifik lagi yaitu pada malam hari.

14. GAPLEH
GAPLEH adalah singkatan dari GAlau Pegang LEHer. Galau jenis ini ditandai dengan memegang-megang lehernya ketika penderita mengalami kegalauan.

15. GANESHA
GANESHA adalah singkatan dari GAlau NElpon Setiap HAri . Penderita galau jenis ini biasanya setiap hari menelpon seseorang untuk mencurahkan kegalauannya.

16. GARUK
GARUK adalah singkatan dari GAlau baRU Kemarin. Penderita galau jenis ini adalah penderita yang baru pertama kalinya mengalami kegalauan.

17. GATOTKACA
GATOTKACA adalah singkatan dari GAlau meloTOTin muKA di kaCA. Galau jenis ini terjadi pada saat penderita sedang bercermin memandangi wajahnya.

18. GAYUS
GAYUS adalah singkatan dari GAlau melaYU Sendu. Galau jenis ini terjadi pada saat mendengarkan lagu-lagu pop melayu berirama sendu.

19. GPS
GPS adalah singkatan dari Galau Pinggir Sungai. Penderita galau jenis ini mempunyai tempat khusus untuk mencurahkan segala kegalauannya.

20. GAMANG
GAMANG adalah singkatan dari GAlau bersaMA NGobrol. Galau jenis ini terjadi pada sekelompok penderita kegalauan yang berkumpul menceritakan kegalauannya masing-masing.

21. GAPTEK
GAPTEK adalah singkatan dari GAlau Pakai TEKnologi. Penderita galau jenis ini menggunakan fasilitas berbau teknologi seperti: facebook, twitter, Blackberry Messenger, yahoo messenger dsb; untuk mencurahkan kegalauannya.

22. GAMIS
GAMIS adalah singkatan dari GAlau MInta Simpati. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya terlihat seperti terguncang jiwanya dan orang yang melihatnya akan merasa iba karenanya.

23. GALAK
GALAK adalah singkatan dari GAlau LAKi. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya terlihat lebih jantan, bijaksana dan berwibawa dari biasanya.

24. GANTAR
GANTAR adalah singkatan dari GAlau main giTAR. Penderita galau jenis ini mencurahkan kegalauannya dengan bermain gitar menyanyikan lagu-lagu yang menyayat hati.

25. GANJA
GANJA adalah singkatan dari GAlau maNJA. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi manja kepada setiap orang yang ada di dekatnya.

26. GALANG
GALANG adalah singkatan dari GAlau LANGka. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi jarang terlihat karena ia mencari tempat yang sepi untuk mencurahkan kegalauannya.

27. GADING
GADING adalah singkatan dari GAlau DINGin. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi dingin menyikapi segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

28. GASING
GASING adalah singkatan dari GAlau puSING. Galau jenis ini menyebabkan seseorang yang ada didekatnya menjadi pusing akibat tingkah laku yang dilakukan olehnya.

29. GALENDO
GALENDO adalah singkatan dari GAlau terLENa DOrama. Galau jenis ini diakibatkan penderita terlena dengan jalan cerita yang ada pada saat menonton dorama.

30. GADIS
GADIS adalah singkatan dari GAlau seDIh Sekali. Galau jenis ini mengakibatkan raut muka penderitanya terlihat sedih sekali.

31. GAJAH
GAJAH adalah singkatan dari GAlau JAHat. Galau jenis ini berakibat penderitanya menjadi bersikap jahat kepada semua orang.

Sebenarnya masih ada kegalauan yang lainnya, namun saya galau mau meneruskan tulisan ini atau tidak. Tunggu saja tidak mungkin akan ada edisi selanjutnya.

17 Jul 2012

Download Ebook Novel Raditya DIka



Raditya Dika akrab dipanggil Radith, adalah seorang penulis asal Indonesia. Raditya Dika dikenal sebagai penulis buku-buku jenaka. Selain menjadi penulis buku, Raditya Dika juga sering nongol di acara-acara TV, contoh : Raditya di Provoactive, Standup Comedy dan yang baru adalah Galau nite di metro tv. Buku-buku yang dikeluarkan Raditya Dika juga selalu menjadi best seller, saking banyaknya penggemar dia :D . Tulisan-tulisan yang ada dibukunya itu kebanyakan berasal dari blog pribadinya yaitu www.kambingjantan.com sebelum berubah menjadi raditya.com. Buku-buku Raditya Dika ini adalah buku yang bergenre fiksi dan komedi, jadi dijamin anda akan ngakak terpingkal-terpingkal setelah membaca buku ini. Anda belum mempunyai buku Raditya Dika? Tidak masalah, saya akan share kumpulan ebook novel raditya dika yang dapat anda download di link di bawah ini.
Namun lebih baik, anda membelinya dalam bentuk bukunya saja. Untuk menghargai karya Raditya Dika :D

Note : Untuk ebook manusia setengah salmonnya, menyusul ya.

12 Mei 2012

Indahnya Memakai Jilbab


Banyak wanita yang mengatakan "saya tidak pake Jilbab karena hati saya belum berjilbab"kalau menunggu hati berjilbab kapan wanita muslim akan berjilbab??berjilbab itu kewajiban tidak harus nunggu hati berjilbab dulu....
seperti belajar setiap hari kita harus belajar bukan nunggu kita bodoh dulu baru belajar.

Pengertian Jilbab dan Pembahasan Ahli Tafsir
"Islam melarang wanita Muslimah untuk memakai pakaian yang tipis dan
jarang, karena jelas pakaian tersebut akan menimbulkan fitnah dan subhat,
baik terhadap dirinya sendiri ataupun kepada masyarakat sekitar."
Dewasa ini, pemakaian busana muslimah banyak macamnya. Malahan, berkembang
istilah "jilbab gaul" bagi perempuan yang mengenakan jilbab namun busananya ketat
disana-sini. Karenanya, kali ini kita akan coba membahas pengertian jilbab
(pakaian), dari sudut pandang para ahli tafsir dan pendapat para ulama.
Pembahasan ini dikutip dari buku "Pakaian Wanita Islam Mengikuti Al Qur'an dan
Sunnah", karya H. Suhairy Ilyas, MA. terbitan Pustaka Al Mizan, Malaysia.
Pengertian Jilbab (Pakaian).
Secara terminologi, dalam kamus yang dianggap standar dalam Bahasa Arab, akan
kita dapati pengertian jilbab seperti berikut :
1. Lisanul Arab : "Jilbab berarti selendang, atau pakaian lebar yang dipakai wanita
untuk menutupi kepada dada dan bagian belakang tubuhnya."
2. Al Mu'jamal-Wasit : "Jilbab berarti pakaian yang dalam (gamis) atau selendang
(khimar), atau pakaian untuk melapisi segenap pakaian wanita bagian luar untuk
menutupi semua tubuh seperti halnya mantel."
3. Mukhtar Shihah : "Jilbab berasal dari kata Jalbu, artinya menarik atau
menghimpun, sedangkan jilbab berarti pakaian lebar seperti mantel."
Dari rujukan ketiga kamus di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa jilbab pada
umumnya adalah pakaian yang lebar, longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh
sebagaimana disimpulkan oleh Al Qurthuby: "Jilbab adalah pakaian yang menutupi
seluruh tubuh."
Bagi masyarakat Indonesia, jilbab umumnya diartikan sebagai
selendang yang menutupi kepala sampai leher dan dada. Definisi ini memang
tidaklah bertentangan dengan definisi umum di atas karena disebutkan juga oleh
Lisanul Arab ataupun Al Mu'jamal-Wasit dan dikutip Qurthuby berasal dari Ibnu
Abbas yang mengartikan jilbab dengan rida' atau selendang.
Pembahasan Ahli Tafsir
Setelah mempelajari pengertian umum dan pengertian secara terminologi tentang
jilbab ada baiknya juga kita merujuk uraian para ulama tafsir mengenai jilbab, atau
penafsiran mereka tentang surah Al Ahzab ayat 59:
1. Tafsir Ibnu Abbas : "Selendang atau Jilbab tudung wanita hendaklah
menutupi leher dan dada agar terpelihara dari fitnah atau terjauh dari bahaya
zina."
2. Tafsir Qurthuby : "Alloh SWT memerintahkan segenap kaum muslimah agar
menutupi seluruh tubuhnya, agar tidak memperagakan tubuh dan kulitnya
kecuali dihadapan suaminya, karena hanya suaminya yang dapat bebas
menikmati kecantikannya."
3. Tafsir Ayatul Ahkam : "Memakai jilbab atau kerudung merupakan ibadah
dalam rangka memenuhi firman Allah Surah AL Ahzab ayat 59, yang
menegaskan bahwa bagi seorang Muslimah memakai jilbab itu sebanding
dengan melaksanakan perintah sholat, karena keduanya sama-sama
diwajibkan Al Qur'an. Apabila seorang muslimah menolak untuk memakai
jilbab atau menutup auratnya, dan dengan sengaja untuk menentang hukum
Allah, berarti dia telah kafir atau murtad, karena menentang Al Qur'an. Apabila
dia meninggalkan jilbab karena ikut-ikutan atau karena kelalaian belaka, dia
termasuk orang-orang durhaka kepada Alloh."
4. Tafsir Fii Zhilalil Qur'an : "Allah memerintahkan kepada isteri-isteri nabi dan
kaum muslimah umumnya agar setiap keluar rumah senantiasa menutupi
tubuh, dari kepala sampai ke dada dengan memakai jilbab tudung yang
rapat, tidak menerawang, dan juga tidak tipis. Hal demikian dimaksudkan
untuk menjaga identitas mereka sebagai muslimah dan agar terpelihara dari
tangan-tangan jahil dan kotor. Karena mereka yang bertangan jahil dan kotor
itu, pasti akan merasa kecewa dan mengurungkan niatnya setelah melihat
wanita yang berpakaian terhormat dan mulia secara islam."
Kesimpulan
Dari uraian ulama tafsir di atas dapat kita simpulkan bahwa :
1. Para ulama tafsir umumnya sependapat bahwa memakai tudung menutupi
aurat selain muka dan telapak tangan merupakan kewajiban yang mendasar
bagi setiap kaum muslimah, apabila mereka akan keluar rumah, atau dalam
rumah sendiri jika ada tamu selain muhrim.
2. Tidak seorang pun para ulama yang berpendapat bahwa menutup aurat selain
muka dan telapak tangan itu hanya kewajiban muslimah dalam sholat. Karena
memang tidak ada satu pun dalil Al Qur'an dan Sunnah yang mengatakan
demikian.
3. Bentuk atau fesyen pakaian muslimah tidaklah diatur oleh Al Qur'an secara
terperinci, yang utama adalah memenuhi syarat, yaitu menutupi seluruh
tubuh selain muka dan telapak tangan, tidak ketat, tidak tipis dan juga tidak
membentuk lekuk tubuh (ketat).
Firman Allah SWT : "Dan katakanlah (pula) kepada wanita yang beriman supaya
mereka menundukkan pandangannya, dan memelihara kehormatannya. Dan
janganlah memperlihatkan perhiasan kecuali yang biasa nampak saja, dan
hendaklah mereka menutupi dada dengan selendang. Dan janganlah
memperlihatkan perhiasan kecuali kepada :
1. Suami,
2. Ayah,
3. Mertua laki-laki,
4.Anak Laki-laki Tiri,
5. Saudara laki-laki,
6. Anak laki-laki dari saudara laki-laki dan perempuan
7. Sesama wanita,
8. Hamba Sahaya,
9. Pelayan (laki-laki) yang sudah tidak mempunyai keinginan kepada wanita (karena sudah tua),
10. Anak laki-laki yang belum terpengaruh dengan aurat wanita.
Dan janganlah mereka (wanita) menghentakkan kaki supaya diketahui orang perhiasan mereka yang tersembunyi dan taubatlah kamu sekalian kepada Alloh wahai orang-orang yang beriman agar
kamu mendapat kemenangan." (QS. An Nur, 024:031).
Dalam ayat ini antara lain Alloh memerintahkan pada kaum muslimah :
1. Agar tidak memamerkan perhiasan kecuali sekadar yang biasa terlihat
darinya seperti cincin dan gelang tangan.
2. Wajib menutupi dada dan leher dengan selendang, kerudung atau jilbab.
3. Perhiasan hanya boleh diperlihatkan kepada sepuluh kelompok manusia yang
disebutkan dalam ayat tersebut.
4. Jangan sengaja menghentakkan kaki agar diketahui atau didengar orang agar
diketahui atau didengar orang perhiasan yang tersembunyi (gelang kaki dan
lain-lain)
Pendapat Para Ulama
1. Ibnu Jarir At-Tabary (Wafat 310 H)
Kaum wanita tidak boleh memperlihatkan perhiasannya kepada laki-laki yang bukan
muhrim, kecuali perhiasan zahir saja. Perhiasan itu ada dua macam, pertama yang
tersembunyi seperti gelang tangan atau kaki, subang dan kalung. Kedua, yang
nampak. Dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat ulama, antara lain ada yang
berpendapat perhiasan yang nampak yaitu pakaian. Yang lainnya berpendapat
perhiasan zahir adalah cincin, sipat mata ([i]eye liner) dan muka. Sedangkan yang
lainnya lagi berpendapat, perhiasan yang nampak adalah muka dan telapak tangan.
2. Ibnu Araby (468-543 H)
Perhiasan ada 2 macam, asli dan buatan. Yang asli seperti muka yang merupakan
induk sumber hiasan kecantikan. Dan hiasan buatan seperti pakaian, make up atau
alat-alat kecantikan, dan lain-lain. Ada perbedaan pendapat ulama tentang hiasan
yang nampak. Pendapat pertama, yaitu pakaian (Ibnu Mas'ud), kedua yaitu celak
dan cincin (Ibnu Abbas), ketiga yakni muka dan tapak tangan.
3. Ibnu Katsir (Wafat 774 H)
Seorang wanita muslimah tidak dibolehkan memperlihatkan perhiasan kepada kepala
laki-laki yang bukan muhrim, kecuali perhiasan yang susah untuk menutupinya
seperti selendang dan baju (mengikut Ibnu Mas'ud) dan menurut Ibnu Abbas, muka
dan kedua telapak tangan serta cincin.
Demikianlh yang disimpulkan dari pendapat para ulama tafsir tentang aturan dan
hukum tentang perhiasan atau bagaimana tubuh wanita yang boleh terlihat oleh lakilaki
yang bukan muhrim, umumnya mereka berpendapat bahwa yang boleh terlih
pada tubuh wanita hanyalah muka dan telapak tangan serta perhiasan yang melekat
pada keduanya. Batasan demikian boleh dirujuk kepada hadits Nabi SAW yang
berbunyi :
"Diceritakan oleh Siti Aisyah r.a., bahwa adiknya yang bernama Asma binti Abu
Bakar pernah datang menghadap Rosululloh dengan berpakaian agak tipis, lalu
Rosululloh berpaling dan bersabda, 'Wahai Asma, bila seorang wanita telah baligh
tidak boleh lagi terlihat kecuali ini dan ini. Lalu Rosululloh SAW menunjukkan pada
muka dan tapak tangan beliau."
(H.R. Abu Dawud)
"Aisyah Ummul Mukminun r.a., menceritakan pada suatu hari saya pernah keluar
rumah untuk menemui anak saudaraku Abdullah bin Taufalid dengan memakai
perhiasan, lalu Rosululloh SAW marah, maka aku jawab, bukankah dia hanya anak
saudaraku wahai Rosululloh? Dan beliau pun menjawab, apabila seorang wanita telh
baliqh (datang haid) tidak halal terlihat dari tubuhnya kecuali muka dan ini. Kata
beliau, seraya menggenggam pergelangan tangannya dengan meninggalkan jarak
satu genggaman pula dengan telapak tangan"
(H.R. Ath Thabary)
Kesimpulan
Dari rujukan Al Qur'an dan hadits yang kita sebutkan di atas dapat kita ambil
kesimpulan bahwa :
1. Pakaian Wanita Muslimah itu wajib menutupi aurat,
2. Batas aurat wanita adalah muka dan tapak tangan,
3. Kewajiban menutupi aurat itu berlaku setiap waktu di dalam dan di luar
sholat, karena tidak satupun dalil yang mengatakan bahwa aurat wanita
hanya ditutupi waktu sholat. Dan ayat Al Qur'an serta hadits di atas
hubungannya bukan dalam hal sholat, tapi berlaku umum..

2 Apr 2012

Menulis dengan Cinta


“Cinta itu buta saat seseorang telah menemukan pilihannya, tapi tidak begitu buta saat sedang membuat pilihan,” kata Fisherd.

Saat jatuh cinta otak akan terlihat seperti kembang api. hal itu menyebabkan seseorang memiliki rentang perhatian yang pendek, merasa bahagia dan kerinduan terhadap hasratnya dan memiliki daya ingat lebih sebab keterpengaruhan yang rahasia.

“cinta tak rasional tapi sangat menekan”,

Semua Manusia yang di Ciptakan di bumi ini memiliki Cinta,Cinta itu adalah Anugrah yang Terindah dari Allah S.W.T ,Hidup tanpa cinta adalah Kehampaan maka itu sayangilah orang yang menyayangi anda.
Tulisan Cinta

Semua Orang belum tentu suka menulis, dan Tentunya  tak semua orang suka membaca, Tak Seperti Cinta yang Di miliki semua Manusia.

Tulisan di kategorikan baik apabila tulisan itu menyuarakan isi hati dan di tuliskan penuh perasaan cinta, selain dari yang di fikirkan.Menulis dengan cinta adalah hal yang terbaik supaya pembaca merasa nyaman membaca tulisan.

Tulisan mempunyai pengaruh yang sangat besar, karena tulisan adalah realisasi dari lisan si penulis.

Menulis adalah cara terbaik untuk saling berbagi inspirasi dan saling memberi.Dengan Tulisan jugalah kita dapat membuat para pembaca untuk percaya diri.Menyenangkan Bagi yang rutin membacanya, dan Menggairahkan bagi yang menulisnya serta membanggakan bagi anak cucunya hehehehe.

Menulis dengan cinta kita di hadiahi doa-doa,dan mencoba membuka mata hati para pembaca,menulis dengan cinta membuat diri berkaca pada hati nurani,Menulis dengan Cinta membuat hati bahagia dan Hidup Tertata
Aminnn


Imam Al-ghazali (seorang birokrat yang kemudian menjadi seorang sufi ) pernah berdialog dengan muridnya tentang 6 hal. Satu diantaranya adalah Beliau bertanya kepada muridnya apa yang paling tajam yang dimiliki manusia, maka jawabannya adalah lisan. Pepatah ini mengatakan ” andaikan pedang melukai tubuh ada harapan sembuh, tapi bila lidah melukai hati kemanakah obat dicari”.

6 Mar 2012

Islam: The Perfect Religion and Best Way of Life for All


Islam: The Perfect Religion and Best Way of Life for All

By Dr. Norlain Dindang Mababaya  

It is a must that we strive to know Islam. Allâh’s  Messenger (sallallâhu  ‘alayhi wasallam, meaning: May the peace and blessings of Allah be upon him)  to the whole mankind encourages us to acquire knowledge of Islam in order to comprehend it.  He  says in the following authentic Ahâdith:
Abu Hurairah   (radhiallâhu anhu, meaning: May Allah be pleased with him) narrated that... the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, “Those who were the best in the pre-lslamic period of ignorance will be the best in Islam provided they comprehend the religious knowledge.”   (Bukhâri 4/572 and Muslim)
 ‘Abdur Rahmân ibn Abi Bakrah  (radhiallâhu anhu) narrated on the authority of his father that the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, “If Allâh wants to do good to a person, he makes him comprehend the religion; and of course knowledge is attained by learning.” (Bukhâri 1/67)
 Mu‘awiyah ibn Abi Sufyân narrated that Allâh’s  Messenger  said, “Goodness is a (natural) habit while the evil is a stubbornness. To whomsoever Allâh wills to show goodness, He favors him with the understanding in the Religion.” (Ibn Mâjah, 1/221) 
When we study Islam or at least read the Qur’an and the authentic Ahâdith we learn that Islam is easy, complete and the perfect religion as well as way of life for the whole mankind.  We read in the Qur’an and the Ahâdith the following unique features of Islam:
 1.     Islam is easy: 
“But whoever believes and works righteousness he shall have a goodly reward and easy will be his task as We order it by Our command.”  (Qur'an 18:88)
Abu Hurairah  (radhiallâhu anhu) narrated that the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, “Religion (Islam) is very easy and whoever overburdens himself in his religion will not be able to continue in that way. So you should not be extremists, but try to be near to perfection and receive the good tidings that you will be rewarded; and gain strength by offering the prayers in the mornings, afternoons and during the last hours of the nights.” (Bukhâri 1/38)
 Anas bin Malik  (radhiallâhu anhu) narrated that the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, "Make things easy for the people, and do not make it difficult for them, and make them calm (with glad tidings) and do not repulse (them).” (Bukhâri,8/146) 
2.     Islam is complete: 
 “…He it is Who has sent unto you the Book, explained in detail. They know full well, to whom We have given the Book, that it has been sent down from your Rabb in truth. Never be then of those who doubt.” (6:114)
 “For We had certainly sent unto them a Book based on knowledge, which We explained in detail --  a guide and a mercy to all who believe.” (7:52)  
“…(This is ) a Book with verses basic or fundamental (of established meaning) --   further explained in detail --   from One Who is Wise and Well-Acquainted (with all things).” (11:1)
 3.  Islam is perfect:
 “...This day have I perfected your religion for you, completed My favor upon you, and have chosen for you Islam  as your religion.”   (5:3)
 As the  perfect religion, Islam teaches mankind how to attain success in the most perfect way.  The following are some of the Ahâdith that serve as enlightenment and guidance to those who desire for perfection:
 Abu Hurairah  (radhiallâhu anhu) narrated that the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam)  said, "Goodness and comfort are for him who worships his Rabb in a perfect manner and serves his master sincerely.”  (Bukhari 3/725)
Ibn Umar  (radhiallâhu anhu) narrated that Allâh’s Messenger (sallallâhu  ‘alayhi wasallam)  said, "If a slave is honest and faithful to his master and worships his Rabb (Allâh) in a perfect manner, he will get a double reward.”  (Bukhari 3/722)
Abu Hurairah (radhiallâhu anhu) narrated that the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, "Whoever believes in Allâh and His Messenger, offers prayers perfectly and fasts (the month of) Ramadan then it is incumbent upon Allâh to admit him into Paradise, whether he emigrates for Allâh’s cause or stays in the land where he was born.” They (the companions of the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, "O Allâh’s Messenger (sallallâhu  ‘alayhi wasallam)! Should we not inform the people of that?" He said, "There are one-hundred degrees in Paradise which Allâh has prepared for those who carry on Jihad in His Cause. The distance between every two degrees is like the distance between the sky and the Earth.  So if you ask Allâh for anything, ask Him for the Firdaus, for it is the last part of Paradise and the highest part of Paradise, and at its top there is the Throne of Beneficent, and from it gush forth the rivers of Paradise.”  (Bukhari 9/519)
Abdullah ibn Hisham (radhiallâhu anhu) narrated: “We were with the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) and he was holding the hand of 'Umar bin Al-Khattab. 'Umar said to Him, "O Allâh’s Messenger! You are dearer to me than everything except my own self.” The Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, "No, by Him in Whose Hand my soul is, (you will not have complete or perfect faith) till I am dearer to you than your own self.” Then 'Umar said to him, "However, now, by Allâh, you are dearer to me than my own self.” The Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, "Now, O 'Umar, you are a believer.” (Bukhari 8/628)
 Abu Hurairah  (radhiallâhu anhu) narrated that the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam)  said: “The most perfect believer in respect of faith is he who is best of them in manners.”  (Abu Dawud  4665)
 Abu Humamah  (radhiallâhu anhu) narrated that the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said: “If anyone loves for Allâh’s sake, hates for Allâh’s sake, gives for Allâh’s sake and withholds for Allâh’s sake, he will have perfect faith.” (Abu Dawud  4664) 
Abu Hurairah  (radhiallâhu anhu) narrated that the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said:  “Among the Muslims the most perfect, as regards his faith, is the one whose character is excellent, and the best among you are those who treat their wives well.”  (Tirmidhi  278, 628, 3264 and Abu Dawud) 
Aishah (Radhiallâhu anha) narrated that Allâh’s Messenger (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, "Among the believers who show most perfect faith are those who have the best disposition, and are kindest to their families.”  (Tirmidhi 3263) 
All the above Prophetic teachings in addition to the Qur’anic Ayât (Verses) earlier quoted clearly tell us that indeed, Islam is the perfect religion and hence the best way of life for all.  Islam as a universal religion is Allah’s Blessing and Mercy  for all of us.   It is for us to enjoy it and be successful in the eternal world to come.  The best way to attain success through Islam is to learn it according to its authentic Sources.  That is, to acquire knowledge of Islam  through the Qur’an and the Sunnah and the right deductions from these revealed Sources of Knowledge and Guidance.   
Since Allah (Subhanahu wa ta’ala) is the One Who gives guidance, earnestly ask Him for authentic Islamic knowledge.  We must seek His help and guidance to be able to apply such knowledge and share them to others – all for His Pleasure.  May our Rabb (Cherisher and Sustainer) increase our knowledge of Islam and enjoy the best life of being true Muslims forever.  Ameen. 

PACARAN MENURUT ISLAM

“Ah, gak gaul lho jaman sekarang belum punya pacar!” inilah sebuah kalimat yang sering kita dengar dari para REMAJA jaman sekarang. Hari gini gak punya pacar? Kuno katanya. Dan itu memang menjadi sebuah hal yang merupakan standar penilaian dari orang. Ketika berkenalan, hal yang kadang menjadi pokok utama adalah Apakah dia sudah punya pacar atau belum? Weee… sadis kali! Kalo’ cowok seumur 18 tahun ke atas gak punya pacar saat ini, pastinya dianggap culun oleh orang lain. Meskipun ia jago dalam bidang matematika, fisika, sains, agama. Tapi gak bisa ngelumpuhin cewek dengan kata-katanya, maka ia belum disebut lelaki gentle.
            Memang, mencintai adalah fitrah. Menyayangi juga fitrah. Apalagi keinginan untuk saling memiliki. Tapi Islam tidak pernah mempunyai ajaran tentang pacaran. Khabibi, dalam bahasa arab berarti kekasih. Kata ini digunakan untuk menyatakan orang atau hal atau benda yang kita kasihi. Kata Khabibi juga digunakan ketika menyatakan rasa sayang kita kepada Baginda Rasul. Bagaimana mesti menyikapi perihal pacaran yang sudah mendarah daging di kalangan Anak muda sekarang? Islam sebenarnya menyediakan wadah yang sangat suci dalam hal ini. Pernikahan. Didahului dengan khitbah (meminang). Sedangkan pacaran bukanlah salah satu dari proses itu. Biasanya, anak muda sekarang lebih senang untuk sekedar menyatukan hati lewat sarana berpacaran. Prosesnya pun sangat beraneka ragam. Tapi yang paling sering terjadi adalah proses pendekatan tanpa ada visi dan misi menuju pernikahan. Ini yang salah. Pendekatan dan pengenalan yang dilakukan pun kadang bukan bertendensi pada pengenalan kepribadian, tapi penjajakan fisik. Sadis!
Bahasa yang paling sering saya dengar dari seorang pria tentang pacarnya adalah : “AMBIL JATAH”. Weee… apa gak sadis! Masa pacar sendiri yang katanya disayangi dan dikasihi diperlakukan seperti itu. Bahasa ambil jatah adalah bahasa kasar yang sangat meremehkan posisi wanita. Meskipun pada dasarnya saya juga tiada paham apa makna dari bahasa itu. Apakah jatah makan, atau ber-*****-an, atau ber-*****-an, atau ber-***-an, atau ber-ber yang lain. Kan kasian anak gadisnya orang mesti menjadi budak nafsu sang pria. Lha wong dia gak ikut memberi makan, gak ikut nyekolahin, tapi ikut ngerusak. Ingat, luka di hati mungkin saja diobati, tapi “luka fisik ” tidak akan pernah hilang (dan akan terbawa hingga suaminya berkumpul dengannya).
Aneh, kadang sang gadis juga begitu. Ketika pasangannya merasa perlu mendapat pembuktian cinta, sang gadis kadang rela melakukan apa saja demi CINTA-nya, katanya. Weleh…weleh… Dunia … dunia… kok sampe kayak gini sekarang!
Semua ini berawal karena cinta yang lahir dari ketulusan ternyata akhirnya mendapat bumbu nafsu birahi. Tentu saja bumbu nafsu ini tidak murni berawal dari diri masing-masing, tapi juga dari konsumsi terhadap berbagai media yang ada. Terutama sinetron. Coba kita amati, dari sekian banyak tayangan sinetron di semua chanel televisi nasional kita, mana yang tidak menampilkan kisah percintaan, berduaan, berpelukan, berciuman? Rupanya ini sudah jadi gaya hidup masyarakat kita. Dalam kebanyakan kisah, semua adalah tentang cinta anak muda, anak SMP, SMA, kuliahan. Yo anak kecil yang mestinya tidak mendapat ajaran gila secepat itu mestinya terjaga. Tapi kekuatan media memang sungguh sangat terlalu. Hal ini juga didukung oleh adanya kebiasaan anak remaja yang suka coba-coba. Gak funky katanya kalo’ gak nyoba ini, nyoba itu, gonta-ganti pacar, dst.
Proses yang mesti terjadi mestinya adalah proses pengenalan karakter. Jika kita memang ingin berpacaran, jangan pernah ada niat untuk sekedar mempermainkan, sekedar ngisi waktu luang. Jangan… Jangan… Karena ketika itu kamu lakukan, kamu bakal jadi playboy atau playgirl cap kadal.
Berikut ini adalah beberapa syarat pacaran secara Islami :
1. Pacaran hanya boleh dilakukan setelah pernikahan. Artinya Ijab Qabul antara Kamu sebagai laki-laki dengan wali dari mempelai wanita sudah terjadi. Bukan justru saat ini, saat kamu masih sekedar basa-basi, ingin sok kenal, sok sayang, sok cinta sama anaknya orang. Tapi pada kenyataannya kamu hanya menghambat kreativitas gadismu. Ingat, mencintai berarti menyerahkan kebahagiaan hanya pada orang yang kamu cintai. Ketika kamu sedih, kamu ingin dia merasakan apa yang kamu rasa. Ketika dia berduka, kamu pun akan merasakannya. Itu mesti, karena jika tidak begitu, cinta yang kamu rasakan pasti hanya cinta yang sekedar lewat, atau malah hanya simpatik, atau malah hanya perasaan kagum yang sementara. Jadi ketika saat ini kamu mencintainya dengan sepenuh hati, kamu gak bakal rasakan kebahagiaan sepanjang hayat. Setiap saat kamu akan terbelit masalah, terganggu hatimu mendengar dia bersama orang lain, dst. dst.
2. Jika kamu melakukan taaruf (masa perkenalan), maka jangan pernah bertemu dengannya tanpa ada pihak ketiga
3. Jika kamu melakukan taaruf (masa perkenalan), jangan pernah berduaan (berkhalwat), apalagi jalan ke mall bareng, lebih-lebih nonton bioskop (siang atau malam hari, siang aja gelap, apalagi malam). Jangan pergi ke tempat rekreasi berduaan.
4. Jika kamu melakukan taaruf (masa perkenalan), jangan pernah duduk berdekatan (Jarak minimal adalah 1 meter, selama pembicaraan! Bukan di awal pembicaraan 1 meter, tapi lama-kelamaan jadi 1 cm)
5. Jika kamu melakukan taaruf (masa perkenalan), jangan melakukan pembicaraan lewat telepon dengan durasi lebih dari 3 menit (Itu akan menimbulkan pembicaraan yang sia-sia, yang dipenuhi nafsu)
6. Jika kamu melakukan taaruf (masa perkenalan), jangan melakukan kirim SMS rutin dengan kata-kata yang tidak senonoh. Ingat, wanita yang akan kita sayangi harus kita jaga, harus kita hargai.
7. Jika kamu melakukan taaruf (masa perkenalan), segera lakukan pertemuan dengan orang tuanya setelah merasa bahwa dia adalah orang yang cocok. Minta orang yang kamu percaya untuk melakukan pengecekan (Hehehe… ) terhadap hal-hal yang kamu anggap perlu.
8. Jika kamu melakukan taaruf (masa perkenalan), segera laporkan ke Kepala KUA setempat bahwa kamu ingin segera tercatat sebagai muslim yang menikah (berkeluarga).
            Jadi, sahabat muslim masihkah kamu Pacaran? Sebaiknya jangan dech. Klo bagi yang udah terlanjur PACARAN dan sekarang masih ngejalanin. Sebaiknya di putusin aja dech. Sahabat muslim klo kamu pengen pacaran yang nyaman, enak dan terhindar dari dosa sebaiknya “PACARAN AJA SETELAH SAHABAT NIKAH”.

jangan lupa buat comment iy! J mksih...


26 Feb 2012

Remaja Islam, Remaja Dakwah

Dakwah? Hmm.. kok kayaknya berat banget kedengarannya ya? Lho, emangnya kenapa? Sebagian teman remaja biasanya denger atau ngucapin kata dakwah terasa sangat berat. Telinga pekak en lidah kelu dan yang terbayang di benaknya pasti urusannya dengan jenggot, kopiah, baju koko, sarung, dan jilbab. Well. Nggak salah-salah amat sih. Cuma nggak lengkap penilaiannya.
Lagian juga terkesan adanya pemisahan antara dakwah dan kehidupan umum, gitu lho. Kesannya kalo dakwah adalah bagiannya mereka yang ada di kalangan pesantren atau anak-anak ngaji aja. Anak-anak nongkrong sih nggak tepat kalo berurusan dengan dakwah. Dakwah kesannya jadi tugas mereka yang hobinya dengerin lagu-lagu nasyid macam Demi Masa-nya Raihan. Bukan tugas anak-anak yang hobinya dengerin lagu-lagu pop macam Terima Kasih Cinta-nya Afgan. Halah, itu salah banget, Bro. Nggak gitu deh seharusnya. Sumpah.
Gini nih, sebenarnya urusan dakwah atau tugas dakwah jadi tanggung jawab bersama seluruh kaum muslimin. Cuma, karena tugas dakwah ini cukup berat dan nggak semua orang bisa tahan menunaikannya, jadinya dakwah secara tidak langsung diserahkan kepada mereka yang ngerti aja. Anggapan seperti ini insya Allah nggak salah. Cuma, kalo dengan alasan seperti ini lalu kaum muslimin yang belum ngerti atau masih awam tentang Islam jadi bebas untuk nggak berdakwah, atau nggak mau terjun dalam dakwah, itu tentu salah, Bro. Why? Karena tetap aja punya kewajiban untuk belajar. Tetap punya kewajiban mencari ilmu. Jadi, nggak bisa bebas juga kan? Malah kalo nekat nggak mau belajar dan nggak mencari ilmu, hal itu dinilai berdosa, man! Bener.
Baginda kita, Rasulullah Muhammad saw. bahkan menyatakan bahwa aktivitas belajar dan mencari ilmu adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin dari buaian ibu hingga ke liang lahat. Kalo mencari ilmu itu adalah wajib, berarti bagi yang nggak mencari ilmu selama hidupnya, jelas berdosa dong. Allah Swt. bahkan menjamin orang-orang yang beriman dan berilmu akan diberikan derajat lebih tinggi dibanding orang yang nggak berilmu (apalagi nggak beriman). Firman Allah Swt.:
“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Mujâdalah [58]: 11)
Bro, emang bener banget. Urusan dakwah ini sangat erat hubungannya dengan tingkat keilmuan. Dakwah itu jelas membutuhkan ilmu. Jadi, betul kalo dikatakan bahwa tugas berdakwah hanya diberikan kepada mereka yang udah menguasai ilmu agama. Tapi, buat kita yang belum menguasai ilmu agama secara mantap bukan berarti nggak ada kewajiban dakwah. Sebab, rasa-rasanya untuk ukuran sekarang nih, nggak mungkin banget ada kaum muslimin yang nggak ngerti sama sekali tentang Islam. Pasti deh, satu keterangan atau dua keterangan dalam ajaran agama Islam sudah pernah didengarnya dan menjadi pengetahuannya. So, sebenarnya tetap punya kewajiban nyampein dakwah meskipun cuma sedikit yang diketahui. Kalo pengen lebih banyak tahu tentang Islam, ya tentu saja kudu belajar lagi dan mencari ilmu lagi. Sederhana banget kan solusinya? Insya Allah kamu pasti bisa ngejalaninya, asal kamu mau. Yakin deh.
Mengapa dakwah itu wajib?
Jawabnya gini, sebab Islam adalah agama dakwah. Salah satu inti dari ajaran Islam memang perintah kepada umatnya untuk berdakwah, yakni mengajak manusia kepada jalan Allah (tauhid) dengan hikmah (hujjah atau argumen). Kepedulian terhadap dakwah jugalah yang menjadi trademark seorang mukmin. Artinya, orang mukmin yang cuek-bebek sama dakwah berarti bukan mukmin sejati. Bener, lho. Apa iya kamu tega kalo ada teman kamu yang berbuat maksiat kamu diemin aja? Nggak mungkin banget kan kalo ada temen yang sedang berada di bibir jurang dan hampir jatuh, nggak kamu tolongin. Iya nggak sih?
Boys and gals, bahkan Allah memuji aktivitas dakwah ini sebagai aktivitas yang mulia, lho. FirmanNya:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim” (QS Fushshilat [41]: 33)
Dalam ayat lain Allah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk berdakwah. Seperti dalam firmanNya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS an-Nahl [16]: 125)
Menyeru kepada yang ma’ruf (kebaikan) dan mencegah dari perbuatan munkar merupakan identitas seorang muslim. Itu sebabnya, Islam begitu dinamis. Buktinya, mampu mencapai hingga sepertiga dunia. Itu artinya, hampir seluruh penghuni daratan di dunia ini pernah hidup bersama Islam. Kamu tahu, ketika kita belajar ilmu bumi, disebutkan bahwa dunia ini terdiri dari sepertiga daratan dan dua pertiga lautan. Wah, hebat juga ya para pendahulu kita? Betul, sebab mereka memiliki semangat yang tinggi untuk menegakkan kalimat “tauhid” di bumi ini. Sesuai dengan seruan Allah (yang artinya): “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.” (QS al-Baqarah [2]: 193)
Kini, di jaman yang udah jauh berubah ketimbang di “jaman onta”, arus informasi makin sulit dikontrol. Internet misalnya, telah mampu memberikan nuansa budaya baru. Kecepatan informasi yang disampaikannya ibarat pisau bermata dua. Bisa menguntungkan sekaligus merugikan. Celakanya, ternyata kita kudu ngurut dada lama-lama, bahwa kenyataan yang harus kita hadapi dan rasakan adalah lunturnya nilai-nilai ajaran Islam di kalangan kaum muslimin. Tentu ini akibat informasi rusak yang telah meracuni pikiran dan perasaan kita. Utamanya remaja muslim. Kita bisa saksikan dengan mata kepala sendiri, bahwa banyak teman remaja yang tergoda dengan beragam rayuan maut peradaban Barat seperti seks bebas, narkoba, dan beragam kriminalitas. Walhasil, amburadul deh!
Itu sebabnya, sekarang pun dakwah menjadi sarana sekaligus senjata untuk membendung arus budaya rusak yang akan menggerus kepribadian Islam kita. Kita lawan propaganda mereka dengan proganda kembali. Perang pemikiran dan perang kebudayaan ini hanya bisa dilawan dengan pemikiran dan budaya Islam. Yup, kita memang selalu “ditakdirkan” untuk melawan kebatilan dan kejahatan.
Sobat muda muslim, Islam membutuhkan tenaga, harta, dan bahkan nyawa kita untuk menegakkan agama Allah ini. Dengan aktivitas dakwah yang kita lakukan, maka kerusakan yang tengah berlangsung ini masih mungkin untuk dihentikan, bahkan kita mampu untuk membangun kembali kemuliaan ajaran Islam dan mengokohkannya. Tentu, semua ini bergantung kepada partisipasi kita dalam dakwah ini.
Coba, apa kamu nggak risih dengan maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja? Apa kamu nggak merasa was-was dengan tingkat kriminalitas pelajar yang makin tinggi? Apa kamu nggak kesel ngeliat tingkah remaja yang hidupnya nggak dilandasi dengan ajaran Islam? Seharusnya masalah-masalah model beginilah yang menjadi perhatian kita siang dan malam. Beban yang seharusnya bisa mengambil jatah porsi makan kita, beban yang seharusnya menggerogoti waktu istirahat kita, dan beban yang senantiasa membuat pikiran dan perasaan kita nggak tenang kalo belum berbuat untuk menyadarkan kaum muslimin yang lalai.
Untuk ke arah sana, tentu membutuhkan kerjasama yang solid di antara kita. Sebab, kita menyadari bahwa kita bukanlah manusia super yang bisa melakukan aksi menumpas kejahatan hanya dengan seorang diri. Kalo kita ingin cepat membereskan berbagai persoalan tentu butuh kerjasama yang apik, solid dan fokus pada masalah. Pemikiran dan perasaan di antara kita kudu disatukan dengan ikatan akidah Islam yang lurus dan benar. Kita harus satu persepsi, bahwa Islam harus tegak di muka bumi ini. Kita harus memiliki cita-cita, bahwa Islam harus menjadi nomor satu di dunia untuk mengalahkan segala bentuk kekufuran. Itulah di antaranya kenapa kita wajib berdakwah, Bro. Semoga kamu paham.
Dakwah itu tanda cinta
Bro en Sis, seharusnya kita menyambut baik orang-orang yang mau meluangkan waktu dan mengorbankan tenaganya untuk dakwah menyampaikan kebenaran Islam. Sebab, melalui merekalah kita jadi banyak tahu tentang Islam. Kita secara tidak langsung diselamatkan oleh seruan mereka yang awalnya kita rasakan sebagai bentuk ‘kecerewetan’ mereka yang berani ngatur-ngatur urusan orang lain. Padahal, justru itu tanda cinta dari sesama kaum muslimin yang nggak ingin melihat saudaranya menderita gara-gara nggak kenal Islam dan nggak taat sama syariatnya.
Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan keadaan suatu kaum atau masyarakat yang menjaga batasan hukum-hukum Allah (mencegah kemungkaran) adalah ibarat satu rombongan yang naik sebuah kapal. Lalu mereka membagi tempat duduknya masing-masing, ada yang di bagian atas dan sebagian di bagian bawah. Dan bila ada orang yang di bagian bawah akan mengambil air, maka ia harus melewati orang yang duduk di bagian atasnya. Sehingga orang yang di bawah tadi berkata: “Seandainya aku melubangi tempat duduk milikku sendiri (untuk mendapatkan air), tentu aku tidak mengganggu orang lain di atas.” Bila mereka (para penumpang lain) membiarkannya, tentu mereka semua akan binasa.” (HR Bukhari)
Sobat, dakwah adalah darah dan napas kehidupan Islam. Itu sebabnya, kita yang masih remaja pun dituntut untuk mampu tampil sebagai pengemban dakwah yang handal. Kita khawatir banget, seandainya di dunia ini nggak ada orang-orang yang menyerukan dakwah Islam, bagaimana masa depan kehidupan umat manusia nanti? Jangan sampe Islam dan umat ini hanya tinggal “kenangan”. Yuk, kita kaji Islam biar mantap dan semangat mendakwahkannya.

25 Feb 2012

Berbicara Etika Pergaulan Remaja dalam Pandangan Islam




Berbicara tentang remaja selalu mendapat tanggapan yang beraneka ragam. Sayangnya, sekarang ini kesan yang ada dalam benak masyarakat justru cenderung kebanyakan negatif. Dimulai dari perkelahian antar pelajar, pornografi, kebut-kebutan, tindakan kriminal seperti pencurian dan perampasan barang orang lain, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang, bahkan yang sekarang lagi heboh adalah dampak pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan.
Apalagi sekarang terpaan media informasi di abad millennium ini semakin merambah dengan cepat. Di daerah yang tidak diduga sekalipun bahkan terpencil ada saja tempat untuk pemutaran film-film porno. Rental VCD bertebaran di setiap tempat, belum lagi media cetak yang demikian bebas mengumbar informasi sensual dan kemesuman
Satu masalah yang perlu mendapat perhatian serius adalah bebasnya hubungan antar jenis diantara pemuda yang nantinya menjadi tonggak pembaharuan. Islam sangat memperhatikan masalah ini dan banyak memberikan rambu-rambu untuk bisa berhati-hati dalam melewati masa muda. Suatu masa yang akan ditanya Allah di hari kiamat diantara empat masa kehidupan di dunia ini. 

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah :

1. Menutup Aurat
Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurot demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurot merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah.
Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.
Di samping aurat, Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang. 
2. Menjauhi perbuatan zina
Pergaulan antara laki-laki dengan perempuan di perbolehkan sampai pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Islam adalah agama yang menjaga kesucian, pergaulan di dalam islam adalah pergaulan yang dilandasi oleh nilai-nilai kesucian. Dalam pergaulan dengan lawan jenis harus dijaga jarak sehingga tidak ada kesempatan terjadinya kejahatan seksual yang pada gilirannya akan merusak bagi pelaku maupun bagi masyarakat umum. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 32:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”
Dalam rangka menjaga kesucian pergaulan remaja agar terhindar dari perbuatan zina, islam telah membuat batasan-batasan sebagai berikut :
  1. Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Jika laki-laki dan perempuan di tempat sepi maka yang ketiga adalah syetan, mula-mula saling berpandangan, lalu berpegangan, dan akhirnya menjurus pada perzinaan, itu semua adalah bujuk rayu syetan.
  2. Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling bersentuhan yang dilarang dalam islam adalah sentuhan yang disengaja dan disertai nafsu birahi. Tetapi bersentuhan yang tidak disengaja tanpa disertai nafsu birahi tidaklah dilarang.

Tata Cara Pergaulan Remaja
Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan remaja. Ajaran islam sebagai pedoman hidup umatnya, juga telah mengatur tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai agama. Tata cara itu meliputi :
a. Mengucapkan Salam
Ucapan salam ketika bertemu dengan teman atau orang lain sesama muslim, ucapan salam adalah do’a. Berarti dengan ucapan salam kita telah mendoakan teman tersebut.

b. Meminta Izin
Meminta izin di sini dalam artian kita tidak boleh meremehkan hak-hak atau milik teman apabila kita hendak menggunakan barang milik teman maka kita harus meminta izin terlebih dahulu

c. Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
Remaja sebagai orang yang lebih muda sebaiknya menghormati yang lebih tua dan mengambil pelajaran dari hidup mereka. Selain itu, remaja juga harus menyayangi kepada adik yang lebih muda darinya, dan yang paling penting adalah memberikan tuntunan dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang benar dan penuh kasih sayang.

d. Bersikap santun dan tidak sombong
Dalam bergaul, penekanan perilaku yang baik sangat ditekankan agar teman bisa merasa nyaman berteman dengan kita. Kemudian sikap dasar remaja yang biasanya ingin terlihat lebih dari temannya sungguh tidak diterapkan dalam islam bahkan sombong merupakan sifat tercela yang dibenci Allah.

e. Berbicara dengan perkataan yang sopan
Islam mengajarkan bahwa bila kita berkata, utamakanlah perkataan yang bermanfaat, dengan suara yang lembut, dengan gaya yang wajar .

f. Tidak boleh saling menghina
Menghina / mengumpat hukumnya dilarang dalam islam sehingga dalam pergaulan sebaiknya hindari saling menghina di antara teman.

g. Tak boleh saling membenci dan iri hati
Rasa iri akan berdampak dapat berkembang menjadi kebencian yang pada akhirnya mengakibatkan putusnya hubungan baik di antara teman. Iri hati merupakan penyakit hati yang membuat hati kita dapat merasakan ketenangan serta merupakan sifat tercela baik di hadapan Allah dan manusia.

h. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat
Masa remaja sebaiknya dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat remaja harus membagi waktunya efisien mungkin, dengan cara membagi waktu menjadi 3 bagian yaitu : sepertiga untuk beribadah kepada Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga lagi untuk orang lain.

i. Mengajak untuk berbuat kebaikan
Orang yang memberi petunjuk kepada teman ke jalan yang benar akan mendapatkan pahala seperti teman yang melakukan kebaikan itu, dan ajakan untuk berbuat kebajikan merupakan suatu bentuk kasih sayang terhadap teman.

Demikian beberapa tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai moral dan ajaran islam. Tata cara tersebut hendaknya dijadikan pedoman bagi remaja dalam bergaul dengan teman-temannya.Mudah-mudahan ini bisa kita jadikan renungan atau muhasabah

Kenakalan Remaja, Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan



Sebenarnya menjaga sikap dan tindak tanduk positif itu tidak hanya tanggung jawab para guru dan keluarganya, tetapi semua orang, Guru yang selalu mengusahakan keluarganya menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan dengan sebuah contoh, adalah cerminan komitmen dan pendalaman makna dari seorang guru. Sang guru harus berusaha agar keluarganya baik dan tidak korupsi agar ia dapat mengajari kepada murid-muridnya yang merupakan remaja generasi penerus bangsa memiliki moral dan ahlak baik dan tidak korupsi, berusaha tidak berbohong agar murid-muridnya sebagai remaja yang baik tidak menjadi pendusta, tidak terjaebak dalam kenakalan remaja.

Guru adalah profesi yang mulia dan tidak mudah dilaksanakan serta memiliki posisi yang sangat luhur di masyarakat. Semua orang pasti akan membenarkan pernyataan ini jika mengerti sejauh mana peran dan tanggung jawab seorang guru . Sejak saya baru berusia 6 tahun hingga dewasa, orang tua saya yang merupakan seorang guru, selalu memberikan instruksi yang mengingatkan kami para anak-anaknya adalah anak seorang guru yang harus selalu menjaga tingkah laku agar selalu baik dan jangan sampai melakukan sebuah kesalahan . Seberat itukah, seharus itukah kami bertindak Lantas apa hubungan profesi orang tua dengan dengan anak-anaknya, apakah hanya anak seorang guru yang harus demikian ?.

Peran guru tidak hanya sebatas tugas yang harus dilaksanakan di depan kelas saja, tetapi seluruh hidupnya memang harus di dedikasikan untuk pendidikan. Tidak hanya menyampaikan teori-teori akademis saja tetapi suri tauladan yang digambarkan dengan perilaku seorang guru dalam kehidupan sehari-hari.

Terkesannya seorang Guru adalah sosok orang sempurna yang di tuntut tidak melakukan kesalahan sedikitpun, sedikit saja sang guru salah dalam bertutur kata itu akan tertanam sangat mendalam dalam sanubari para remaja. Jika sang guru mempunyai kebiasaan buruk dan itu di ketahui oleh sang murid, tidak ayal jika itu akan dijadikan referensi bagi para remaja yang lain tentang pembenaran kesalahan yang sedang ia lakukan, dan ini dapat menjadi satu penyebab, alasan mengapa terjadi kenakalan remaja.

Sepertinya filosofi sang guru ini layak untuk di jadikan filosofi hidup, karena hampir setiap orang akan menjadi seorang ayah dan ibu yang notabenenya merupakan guru yang terdekat bagi anak-anak penerus bangsa ini. Akan sulit bagi seorang ayah untuk melarang anak remajanya untuk tidak merokok jika seorang ayahnya adalah perokok. Akan sulit bagi seorang ibu untuk mengajari anak-anak remaja untuk selalu jujur, jika dirumah sang ibu selalu berdusta kepada ayah dan lingkungannya, atau sebaliknya. jadi bagaimana mungkin orang tua melarang remaja untuk tidak nakal sementara mereka sendiri nakal?

Suatu siang saya agak miris melihat seorang remaja SMP sedang asik mengisap sebatang rokok bersama adik kelasnya yang masih di SD, itu terlihat dari seragam yang dikenakan dan usianya memang terbilang masih remaja. Siapa yang harus disalahkan dalam kasus ini. Apakah sianak remaja tersebut, sepertinya tidak adil kalau kita hanya menyalahkan si anak remaja itu saja, anak itu terlahir bagaikan selembar kertas yang masih putih, mau jadi seperti apa kelak di hari tuanya tergantung dengan tinta dan menulis apa pada selembar kertas putih itu . Orang pertama yang patut disalahkan mungkin adalah guru, baik guru yang ada di rumah ( orang tua ), di sekolah ( guru), atau pun lingkungannya hingga secara tanpa disadari mencetak para remaja tersebut untuk melakukan perbuatan yang dapat digolongkan ke dalam kenakalan remaja.

Peran orang tua yang bertanggung jawab terhadap keselamatan para remaja tentunya tidak membiarkan anaknya terlena dengan fasilitas-fasilitas yang dapat menenggelamkan si anak remaja kedalam kenakalan remaja, kontrol yang baik dengan selalu memberikan pendidikan moral dan agama yang baik diharapkan akan dapat membimbing si anak remaja ke jalan yang benar, bagaimana orang tua dapat mendidik anaknya menjadi remaja yang sholeh sedangkan orang tuanya jarang menjalankan sesuatu yang mencerminkan kesholehan, ke masjid misalnya. Jadi jangan heran apabila terjadi kenakalan remaja, karena sang remaja mencontoh pola kenakalan para orang tua

Tidak mudah memang untuk menjadi seorang guru. Menjadi guru diharapkan tidak hanya didasari oleh gaji guru yang akan dinaikkan, bukan merupakan pilihan terakhir setelah tidak dapat berprofesi di bidang yang lain, tidak juga karena peluang. Selayaknya cita-cita untuk menjadi guru didasari oleh sebuah idealisme yang luhur, untuk menciptakan para remaja sebagai generasi penerus yang berkualitas.

Sebaiknya Guru tidak hanya dipandang sebagai profesi saja, tetapi adalah bagian hidup dan idialisme seorang guru memang harus dijunjung setinggi-tingginya. Idealisme itu seharusnya tidak tergantikan oleh apapun termasuk uang. Namun guru adalah manusia, sekuat-kuatnya manusia bertahan dia tetaplah manusia, jika terpaan cobaan itu terlalu kuat manusia juga dapat melakukan kesalahan.

Akhir akhir ini ada berita di media masa yang sangat meruntuhkan citra sang guru adalah berita tentang pencabulan Oknum guru terhadap anak didiknya. Kalau pepatah mengatakan guru kencing bediri murid kencing berlari itu benar, berarti satu orang guru melakukan itu berapa orang murid yang lebih parah dari itu, hingga akhirnya menciptakan pola kenakalan remaja yang sangat tidak ingin kita harapkan.

Gejala-gejala ini telah menunjukan kebenarannya. Kita ambil saja kasus siswa remaja mesum yang dilakukan oleh para remaja belia seperti misalnya kasus-kasus di remaja mesum di taman sari Pangkalpinang ibukota provinsi Bangka Belitung, lokasi remaja pacaran di bukit dealova pangkalpinang, dan remaja Ayam kampus yang mulai marak di tambah lagi foto-foto syur remaja SMP jebus, ini menunjukkan bahwa pepatah itu menujukkan kebenarannya.

Kerja team yang terdiri dari orang tua (sebagai guru dirumah), Guru di sekolah, dan Lingkungan (sebagai Guru saat anak-anak, para remaja bermain dan belajar) harus di bentuk. diawali dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru di sekolah, pertemuan yang intensif antara keduanya akan saling memberikan informasi yang sangat mendukung bagi pendidikan para remaja. Peran Lingkungan pun harus lebih peduli, dengan menganggap para remaja yang ada di lingkungannya adalah tanggung jawab bersama, tentunya lingkungan pun akan dapat memberikan informasi yang benar kepada orang tua tentang tindak tanduk si remaja tersebut dan kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangannya agar tidak terjebak dalam kenakalan remaja.

terlihat betapa peran orang tua sangat memegang peranan penting dalam membentuk pola perilaku para remaja, setelah semua informasi tentang pertumbuhan anaknya di dapat, orang tuapun harus pandai mengelola informasi itu dengan benar.

Terlepas dari baik buruknya seorang guru nampaknya filosofi seorang guru dapat dijadikan pegangan bagi kita semua terutama bagi para orang tua untuk menangkal kenakalan remaja, mari kita bersama-sama untuk menjadi guru bagi anak-anak dan para remaja kita para remaja belia, dengan selalu memberi contoh kebenaran dan memberi dorongan untuk berbuat kebenaran. Sang guru bagi para remaja adalah Orang tua, guru sekolah dan lingkungan tempat ia di besarkan. Seandainya sang guru dapat memberi teladan yang baik mudah-mudahan generasi remaja kita akan ada di jalan yang benar dan selamat dari budaya "kenakalan remaja" yang merusak kehidupan dan masa depan para remaja, semoga.