3 Agt 2012

Kenapa Aku GALAU?

monyet-galau


Tentu banyak yang menyimpan definisi pribadi tentang kata “galau”. Perputaran topik perbincangan masalah satu ini di media-media sosial sangatlah cair dan riuh. Dari sekadar curahan hati di linimasa hingga tulisan puitis berbentuk prosa, banyak orang mendefinisikan “galau” sebagai sebuah bentuk perasaan yang kurang nyaman, sedih, gelisah, menyesal, bingung, dan sebagainya. Tapi, apa definisi sebenarnya kata “galau”?

Entah apa makna sebenarnya dari kata GALAU. Yang jelas virus galau sudah menjamur di seantero negeri Indonesia. Siapa yang memulai atau siapa yang mempopulerkan kata galau sudah tidak menjadi suatu kepentingan lagi. Yang terpenting adalah ketika seseorang merasa tidak ada kebahagian dalam hatinya, maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut terjangkit virus GALAU dengan diagnosa KANKER GALAU AKUT.

Indonesia merupakan negara yang kaya raya bukan hanya kaya akan sumber daya alam yang melimpah namun juga kaya akan bahasa. Berbicara masalah kaum muda yang notabene merupakan sebuah masa peralihan dari anak-anak (remaja) menuju tahap kedewasaan ternyata memiliki bahasa tersendiri yang biasa disebut bahasa gaul/geol atau kalau di Amerika disebut bahasa prokem.

Kata GALAU dalam kamus bahasa indonesia sendiri berarti kacau tidak keruan (pikiran). Bisa diartikan bahwa seseorang yang sedang dalam masa Galau mempunyai sebuah pola pikir yang sedang kacau (cemas). Secara bahasa, memang tidak salah jika “galau” disejajarkan artinya dengan keadaan mental yang tidak tenang, sedih, dan sebagainya seperti selama ini kita dengar dari banyak media. Hanya saja, pemekaran arti lain yang dalam kamus lebih diutamakan, bisa dipahami sebagai bagian dari pemaknaan kata.

Fakta Galau


Galau sudah bergeser makna menjadi sedih.Galau biasanya erat dengan masalah percintaan. Banyak orang menikmati masa-masa galau mereka.Beberapa orang malah menjadi lebih kreatif seiring dengan kegalauan mereka.Social Media membuat orang jadi melebih-lebihkan kegalauan mereka. Padahal sih sebenernya gak gitu-gitu amat.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

don't Forget to COMMENT