24 Nov 2012



Bunga tulip selalu diidentikkan dengan negara Belanda. Ribuan wisatawan datang ke Belanda hanya untuk mengagumi bunga yang cantik dan berwarna cerah ini, yang banyak ditanam di taman-taman negara Kincir Angin itu. Kota Keukenhof di Belanda, setiap tahunnya bahkan dikunjungi sekitar 800.000 orang dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan keindahan aneka bunga tulip dalam Festival Tulip yang diselenggarakan setiap tahun di kota itu. Tak heran masih banyak orang yang beranggapan bahwa bunga tulip adalah bunga asli dari Belanda.

Bunga tulip sebenarnya bukan bunga asli Belanda, karena sebenarnya bunga ini berasal dari Asia Tengah dan Belanda sebenarnya berhutang budi pada kekhalifahan Islam Ustmaniyah di Turki, karena atas peran kekhilafahan Islam inilah Belanda sekarang jadi terkenal karena bunga tulipnya.

Bunga tulip sebenarnya bunga liar yang tumbuh di kawasan Asia Tengah. Orang-orang Turki yang pertama kali membudidayakan bunga ini pada di awal tahun 1000-an dan pada masa pemerintahan kekhalifahan Ustmaniyah, terutama pada masa kekuasaan Sultan Ahmed III (1703-1730) bunga tulip berperan penting, sehingga masa Sultan Ahmed III disebut juga sebagai "Era Bunga Tulip."

Pada masa itu, istana Sultan memiliki sebuah dewan khusus untuk membudidayakan bunga-bunga tulip. Dewan itu dipimpin oleh seorang Turki yang juga kepala perangkai bunga istana yang tugasnya memberikan penilaian pada kualitas berbagai jenis bunga tulip dan memberikan nama yang indah dan puitis bagi bunga-bunga itu antara lain dengan nama "Those that burn the heart", "Matchless Pearl", "Rose of colored Glass", "Increaser of Joy", "Big Scarlet", "Star of Felicity", "Diamond Envy", or "Light of the Mind".

Hanya bunga-bunga yang memiliki kualitas sempurna yang dimasukkan dalam daftar jenis-jenis bunga tulip itu, yaitu bunga tulip yang memenuhi standar dari ukuran tinggi dan kerampingan kelopak bunganya, bentuk helaian kelopaknya lancip dan jarak antar helaiannya sempit. Helaian kelopaknya harus halus tapi kuat, satu warna, ukuran lebar dan panjangnya pas. Tiga ratus tahun kemudian, komunitas holtikultura Belanda dan Inggris mengajukan baru memikirkan untuk melakukan klasifikasi bunga tulip yang sudah dilakukan jauh sebelumnya oleh ahli perangkai bunga Turki di kesultanan Ahmed III.


Bunga tulip baru dikenal di Belanda pada abad ke-16 dan menjadi sangat populer di kalangan masyarakat kelas atas di negeri itu. Kata "tulip" sendiri berasal dari bahasa Turki yang artinya "sorban", semacam kain yang dililit untuk menutupi kepala. Tidak diketahui kapan persisnya negara Kincir Angin itu mulai membudidayakan bunga tulip itu, tapi disebut-sebut bunga tulip mulai dibawa ke Belanda pada sekitar tahun 1550-an oleh kapal-kapal yang berasal dari Istanbul.

Dokumentasi pertama tentang penanaman bunga tulip bertahun 1954 di Kebun Raya Universitas Leiden. Menurut catatan itu, bunga tulip yang ditanam di kebun raya universitas Leiden dibawa oleh Carolus Clusius dari Wina, Austria, penanggungjawab taman istana di Austria. Ketika itu, pengaruh budaya Turki sangat kuat di Austria terutama dari gaya berpakaian yang oriental dan tradisi minum kopi.

Memasuki abad ke-17, perekonomian Belanda tumbuh pesat dan memicu persaingan antara pecinta bunga tulip. Mereka berlomba-lomba mencari bunga tulip yang paling indah dan tidak segan-segan membayar dengan harga mahal untuk membeli bunga tulip itu. Harga bunga tulip di Belanda pun makin mahal, bahkan kabarnya ada jenis bunga tulip yang harganya sama dengan harga sebuah rumah. Tahun 1635, satu set bunga tulip yang berjumlah 40 tangkai dijual dengan harga 100.000 florin, bandingkan dengan pendapatan kalangan kelas menengah pada masa itu di Belanda yang hanya 150 florin.

Tahun 1636, usaha bunga tulip menjadi salah satu bisnis yang perdagangan yang masuk dalam bursa saham dan diminati banyak orang. Kalangan pengusaha rela menjual tanah, rumah dan harta bendanya untuk berinvestasi di bisnis bungan tulip. Jenis bunga tulip yang sangat terkenal saat itu adalah jenis tulip yang bernama Viceroy, yang harganya bisa ribuan florin. Belanda menyebut fenomena "demam tulip" ini sebagai fenomena "wind trade" (perdagangan kontrak tulip) yang murni dilakukan dengan spekulasi. Ironisnya, masa keemasan bisnis bunga tulip di Belanda hanya berlangsung setahun, karena pada tahun 1637 pasar bunga tulip jatuh dan harga bunga tulip ikut melorot.

Sampai hari ini, istilah "tulip mania" atau "tulipomania" atau "kegilaan tulip" masih digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan goncangnya perekonomian karena munculnya spekulan terhadap sesuatu trend bisnis yang sifatnya untung-untungan. Meski cerita di balik "tulip mania" ini sedikit memalukan, tapi Belanda tetap mencintai tulip dan banyak orang yang tak ingat bahwa tulip-tulip yang indah dan cantik itu hasil budidaya dari jaman kekhilafahan Islam Turki Utsmani. (ln/isc)

Negara Pemilik Taman Bunga Terbaik di Dunia

1. Belanda





Berwisata ke Belanda selama musim semi tanpa melihat bunga tulip dan daffodil adalah kesalahan besar. Pada masa bermekarannya, bunga tulip ini akan dipanen dan dikirim ke penjuru dunia. Perkebunan bunga di Belanda akan berwarna pelangi pada saat bunga ini bermekaran. Biasanya ini akan terjadi selama bulan April sampai dengan September, pasti anda akan menemukan hamparan bunga tulip yang indah di kitaran bulan itu.

Kunjungi Alkmaar di bagian Utara Belanda dimana selain anada akan berwisata bunga andapun akan diberitahu sejarah kota dan mencoba keju gratis hasil ladang mereka. Selain itu, tujuan wisata bunga yang lainnya adalah kota Keukenhoff yang terkenal sebagai perkebunan bungan terbesar.

2. Jepang





Jepang terkenal akan bunga sakura (cherry blossom) yang bermekaran menyebar di kota Tokyo, Nagasaki, Kyoto dan Osaka. Wilayah perdesaan di Jepang bertambah menjadi cantik apabila bunga ini bermekaran. Akan menyenangkan bila berwisata ke Jepang pada saat bunga ini bermekaran, anda akan tidak tahan untuk berpiknik di dekat bunga tersebut dengan hamapran rumput hijau yang luas sebagai alasnya dan hamparan langit biru yang cerah sebagai atapnya.

3. New Zealand





Negara ini mempunyai lansekap indah yang tak terhitung banyaknya. Jika anda ingin mendapatkan lansekap kebun bunga dengan warna-warni permen, kunjungilah ke bagian selatan pulau ini dan kekaguman anda pada New Zealand akan bertambah. Selama musim panas, cobalah kunjungi Lake Tekapo yang dipenuhi bunga-bungai indah di sekitarnya.

4. Perancis





Wisatawan akan berdatangan ke Provence di Perancis setiap tahun untuk melihat hamparan kebun lavender, poppies dan bunga matahari. Pemandangan ini seperti versi pemandangan hidup yang direkam oleh para pelukis, sangat indah. Di Provence, anda tidak akan berwisata bunga saja tapi juga wisata kota dimana anda akan dibawa ke pabrik anggur, landmark kota dan kawasan perdesaan. Selain di Provence, anda pun bisa berwisata bunga di Luberon dan Ventoux, untuk menambah koleksi foto anda.

5. Denmark





Sebagian besar wilayah Denmark dipenuhi oleh hutan, padang rumput dan perkebunan. Tak heran jika Denmark termasuk di tujuan wisata untuk para pencinta bunga. Pada saat musim semi, anda akan melihat istana tua yang berlatar belakang hamparan bunga. Bunga yang akan anda jumpai pada musim semi di Denmark antara lain, poppies, aster dan red clover. Jika anda penggemar bunga anggrek, anda harus menyempatkan berkunjung ke kota Gentofte.
Sumber : Journeyetc

12 Nov 2012



Di antara kalian yang merasa diri cowok pastilah pernah mengenal atau bahkan menemui tipe cewek yang mempunyai sifat-sifat seperti mudah berubah pikiran atau plin-plan, suka ngambek tanpa alasan, berekspresi berlebihan atau bahkan menggantung keputusannya sendiri yang terkadang merugikan dirinya dan orang lain. Tipe cewek biasanya dikenal dengan sebutan cewke labil atau tidak mempunyai pendirian.

Terkadang cowok sebagai " korban " kelabilan para cewe tersebut diharuskan untuk mempunyai tingkat kesabaran yang lebih dari kelabilan sang cewe. Shanty Wijayanti, seorang alumni Universitas Al-Azhar Jakarta mencoba memberikan definisi lebih jelas apa yang dimaksud. Menurut cewe 22 tahun ini, cewe labil adalah cewe yang tidak bisa mengendalikan emosinya yang berlebihan serta mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Para cewek dengan tipe tersebut mempunyai ketidakmampuan untuk membatasi emosinya dan selalu ingin tampil apa yang orang lain tampilkan. Namun apa sih yang melatarberlakangi seorang cewek bisa berlaku labil?

Menurut Shanty yang memang berpengalaman menghadapi teman-temannya yang suka berlaku labil, kelabilan yang terjadi pada diri tipe cewe tersebut merupakan bagian dari kedewasaan seseorang karena rata-rata dari mereka yang mengalami kelabilan belum melewati fase pembelajaran sosial. Namun tidak menutup kemungkinan juga mereka akan meninggalkan sifat tersebut setelah mereka mendapatkan pembelajaran dari sifat tersebut.

Kebanyakan dari cewek labil tidak mempunyai tujuan untuk bersifat labil. Bahkan mereka tidak menggunakan akal pikiran yang jernih dalam menghadapi dan mengendalikan emosi serta kemauan mereka. Terkadang mereka hanya menurutin apa yang emosi katakan. Sesaat, mereka akan merasa kesal namun beberapa saat kemudian mereka mengulanginya lagi. Dampak yang ditimbulkan mungkin tidak hanya pandangan orang kepada cewe dengan tipe sifat seperti itu, namun juga menyulitkan seorang cowo untuk mendekati atau bahkan menyatakan perasaannya karena kemauan. Untuk yang sedang berpacaran, sering kali cowok disulitkan dalam meladeni kemauan dan emosi.

Tips buat kalian para cowok yang merasa memiliki atau mengenal cewek labil yang suka bikin susah. Modal pertama yang harus kalian milik adalah kesabaran serta ketegasan. Kenapa harus memiliki kedua sifat ini bersamaan? seorang cewek labil selalu ingin menunjukkan bahwa diri mereka sangat dibutuhkan sehingga mereka berpikir kalau sang cowo tidak akan meninggalkan mereka dan menuruti emosi mereka. Nah, dengan menggunakan kesabaran dan ketegasan secara bersamaaan, para cowok bisa mengajarkan makna dari menghargai perasaan orang kalau kalian merasa perlu meninggalkan sang cewek labil, tinggalkan. Jangan sampai mereka berasumsi bahwa kemauan mereka akan selalu dituruti. Dan tips selanjutnya, terkadang sang cewe labil mencancing seorang cowok untuk menuruti emosi mereka dengan cara menggantungkan nasib sang cowok. Nyebelin nggak sih kalau nasibnya digantung? nah

11 Nov 2012

Wayang Kulit, Mahakarya Seni Pertunjukan Jawa

Malam di Yogyakarta akan terasa hidup jika anda melewatkannya dengan melihat wayang kulit. Irama gamelan yang rancak berpadu dengan suara merdu para sinden takkan membiarkan anda jatuh dalam kantuk. Cerita yang dibawakan sang dalang akan membawa anda larut seolah ikut masuk menjadi salah satu tokoh dalam kisah yang dibawakan. Anda pun dengan segera akan menyadari betapa agungnya budaya Jawa di masa lalu.


Wayang kulit adalah seni pertunjukan yang telah berusia lebih dari setengah milenium. Kemunculannya memiliki cerita tersendiri, terkait dengan masuknya Islam Jawa. Salah satu anggota Wali Songo menciptakannya dengan mengadopsi Wayang Beber yang berkembang pada masa kejayaan Hindu-Budha. Adopsi itu dilakukan karena wayang terlanjur lekat dengan orang Jawa sehingga menjadi media yang tepat untuk dakwah menyebarkan Islam, sementara agama Islam melarang bentuk seni rupa. Alhasil, diciptakan wayang kulit dimana orang hanya bisa melihat bayangan.

Pagelaran wayang kulit dimainkan oleh seorang yang kiranya bisa disebut penghibur publik terhebat di dunia. Bagaimana tidak, selama semalam suntuk, sang dalang memainkan seluruh karakter aktor wayang kulit yang merupakan orang-orangan berbahan kulit kerbau dengan dihias motif hasil kerajinan tatah sungging(ukir kulit). Ia harus mengubah karakter suara, berganti intonasi, mengeluarkan guyonan dan bahkan menyanyi. Untuk menghidupkan suasana, dalang dibantu oleh musisi yang memainkan gamelan dan para sinden yang menyanyikan lagu-lagu Jawa.


Tokoh-tokoh dalam wayang keseluruhannya berjumlah ratusan. Orang-orangan yang sedang tak dimainkan diletakkan dalam batang pisang yang ada di dekat sang dalang. Saat dimainkan, orang-orangan akan tampak sebagai bayangan di layar putih yang ada di depan sang dalang. Bayangan itu bisa tercipta karena setiap pertunjukan wayang memakai lampu minyak sebagai pencahayaan yang membantu pemantulan orang-orangan yang sedang dimainkan.

Setiap pagelaran wayang menghadirkan kisah atau lakon yang berbeda. Ragam lakon terbagi menjadi 4 kategori yaitu lakon pakem, lakon carangan, lakon gubahan dan lakon karangan. Lakon pakem memiliki cerita yang seluruhnya bersumber pada perpustakaan wayang sedangkan pada lakon carangan hanya garis besarnya saja yang bersumber pada perpustakaan wayang. Lakon gubahan tidak bersumber pada cerita pewayangan tetapi memakai tempat-tempat yang sesuai pada perpustakaan wayang, sedangkan lakon karangan sepenuhnya bersifat lepas.

Cerita wayang bersumber pada beberapa kitab tua misalnya Ramayana, Mahabharata, Pustaka Raja Purwa dan Purwakanda. Kini, juga terdapat buku-buku yang memuat lakon gubahan dan karangan yang selama ratusan tahun telah disukai masyarakat Abimanyu kerem, Doraweca, Suryatmaja Maling dan sebagainya. Diantara semua kitab tua yang dipakai, Kitab Purwakanda adalah yang paling sering digunakan oleh dalang-dalang dari Kraton Yogyakarta. Pagelaran wayang kulit dimulai ketika sang dalang telah mengeluarkan gunungan. Sebuah pagelaran wayang semalam suntuk gaya Yogyakarta dibagi dalam 3 babak yang memiliki 7 jejeran (adegan) dan 7 adegan perang. Babak pertama, disebut pathet lasem, memiliki 3 jejeran dan 2 adegan perang yang diiringi gending-gending pathet lasem. Pathet Sanga yang menjadi babak kedua memiliki 2 jejeran dan 2 adegan perang, sementara Pathet Manura yang menjadi babak ketiga mempunyai 2 jejeran dan 3 adegan perang. Salah satu bagian yang paling dinanti banyak orang pada setiap pagelaran wayang adalah gara-gara yang menyajikan guyonan-guyonan khas Jawa.


Sasono Hinggil yang terletak di utara alun-Alun Selatan adalah tempat yang paling sering menggelar acara pementasan wayang semalam suntuk, biasanya diadakan setiap minggu kedua dan keempat mulai pukul 21.00 WIB. Tempat lainnya adalah Bangsal Sri Maganti yang terletak di Kraton Yogyakarta. Wayang Kulit di bangsal tersebut dipentaskan selama 2 jam mulai pukul 10.00 WIB setiap hari Sabtu dengan tiket Rp 5.000,00.

8 Nov 2012

Suku Baduy Indonesia

Masyarakat Baduy sejak dahulu memang selalu berpegang teguh kepada seluruh ketentuan maupun aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Pu’un (Kepala Adat – red) mereka. Kepatuhan kepada ketentuan-ketentuan tersebut menjadi pegangan mutlak untuk menjalani kehidupan bersama. Selain itu, didorong oleh keyakinan yang kuat, hampir keseluruhan masyarakat Baduy Luar maupun Baduy Dalam tidak pernah ada yang menentang atau menolak aturan yang diterapkan sang Pu’un.



Dengan menjalani kehidupan sesuai adat dan aturan yang ditetapkan oleh Kepala Adat di sana, tercipta sebuah komunitas dengan tatanan masyarakat yang amat damai dan sejahtera. ”Di masyarakat Baduy, tidak ada orang kaya, namun tidak ada orang miskin.Kehidupan mereka, hakekatnya, sama seperti layaknya kehidupan masyarakat lainnya. Hanya saja yang membedakannya adalah begitu banyak aturan tradisional yang terkesan kolot yang harus mereka patuhi.

Bulan Puasa/Kawalu

Masyarakat Baduy Dalam sedang melaksanakan puasa yang dinamakan Kawalu. Di saat Kawalu ini, orang dari luar komunitas Baduy Dalam dilarang keras memasuki wilayah mereka.Inilah salah satu ketentuan adat Baduy Dalam, mereka harus menjalani puasa yang mereka disebut “Kawalu” dan jatuh bulannya adalah di Bulan Adapt. Di saat Kawalu, ada banyak kegiatan adat dan tidak ada kegiatan lain. Semua kegiatan yang dilakukan difokuskan kepada prosesi Kawalu. Pada bulan ini mereka tidak diperbolehkan membetulkan rumah atau selamatan-selamatan melainkan mempersiapkan penyambutan datangnya hari besar bagi masyarakat Baduy yang disebut Seba, berakhirnya masa Kawalu. Satu-satunya kegiatan utama sebagai pesiapan yang mereka lakukan adalah mengumpulkan hasil panen padi dari ladang-ladang mereka dan menumbuknya menjadi beras. Dalam satu tahun masyarakat Baduy melaksanakan puasa selama 3 bulan berturut-turut sesuai dengan amanah adat-nya.

Pernikahan

Di dalam proses pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat Baduy hampir serupa dengan masyarakat lainnya. Namun, pasangan yang akan menikah selalu dijodohkan dan tidak ada yang namanya pacaran. Orang tua laki-laki akan bersilaturahmi kepada orang tua perempuan dan memperkenalkan kedua anak mereka masing-masing.

Setelah mendapatkan kesepakatan, kemudian dilanjutkan dengan proses 3 kali pelamaran. Tahap Pertama, orang tua laki-laki harus melapor ke Jaro (Kepala Kampung) dengan membawa daun sirih, buah pinang dan gambir secukupnya. Tahap kedua, selain membawa sirih, pinang, dan gambir, pelamaran kali ini dilengkapi dengan cincin yang terbuat dari baja putih sebagai mas kawinnya. Tahap ketiga, mempersiapkan alat-alat kebutuhan rumah tangga, baju serta seserahan pernikahan untuk pihak perempuan.

Pelaksanaan akad nikah dan resepsi dilakukan di Balai Adat yang dipimpin langsung oleh Pu’un untuk mensahkan pernikahan tersebut. Uniknya, dalam ketentuan adat, Orang Baduy tidak mengenal poligami dan perceraian. Mereka hanya diperbolehkan untuk menikah kembali jika salah satu dari mereka telah meninggal. Jika setiap manusia melaksanakan hal tersebut.

Hukum di Tatanan Masyarakat Baduy

Menurut keterangan Bapak Mursyid, Wakil Jaro Baduy Dalam, beliau mengatakan bahwa di lingkungan masyarakat Baduy, jarang sekali terjadi pelanggaran ketentuan adat oleh anggota masyarakatnya. Dan oleh karenanya, jarang sekali ada orang Baduy yang terkena sanksi hukuman, baik berdasarkan hukum adat maupun hukum positif (negara). Jika memang ada yang melakukan pelanggaran, pasti akan dikenakan hukuman. Seperti halnya dalam suatu negara yang ada petugas penegakkan hukum, Suku Baduy juga mempunyai bidang tersendiri yang bertugas melakukan penghukuman terhadap warga yang terkena hukuman. Hukuman disesuaikan dengan kategori pelanggaran, yang terdiri atas pelanggaran berat dan pelanggaran ringan.

Hukuman ringan biasanya dalam bentuk pemanggilan sipelanggar aturan oleh Pu’un untuk diberikan peringatan. Yang termasuk ke dalam jenis pelanggaran ringan antara lain cekcok atau beradu-mulut antara dua atau lebih warga Baduy.

Hukuman Berat diperuntukkan bagi mereka yang melakukan pelanggaran berat. Pelaku pelanggaran yang mendapatkan hukuman ini dipanggil oleh Jaro setempat dan diberi peringatan. Selain mendapat peringatan berat, siterhukum juga akan dimasukan ke dalam lembaga pemasyarakatan (LP) atau rumah tahanan adat selama 40 hari. Selain itu, jika hampir bebas akan ditanya kembali apakah dirinya masih mau berada di Baduy Dalam atau akan keluar dan menjadi warga Baduy Luar di hadapan para Pu’un dan Jaro. Masyarakat Baduy Luar lebih longgar dalam menerapkan aturan adat dan ketentuan Baduy.

Rutannya Orang Baduy, atau lebih tepat disebut tahanan adat, sangat jelas berbeda dengan yang dikenal masyarakat umum di luar Baduy. Rumah Tahanan Adat Baduy bukanlah jeruji besi yang biasa digunakan untuk mengurung narapidana di kota-kota, melainkan berupa sebuah rumah Baduy biasa dan ada yang mengurus/menjaganya. Selama 40 hari sipelaku bukan dikurung atau tidak melakukan kegiatan sama sekali. Ia tetap melakukan kegiatan dan aktivitas seperti sehari-harinya, hanya saja tetap dijaga sambil diberi nasehat, pelajaran adat, dan bimbingan. Uniknya, yang namanya hukuman berat disini adalah jika ada seseorang warga yang sampai mengeluarkan darah setetes pun sudah dianggap berat. Berzinah dan berpakaian ala orang kota, sebagaimana kita berpakaian di masyarakat kota, juga termasuk pelanggaran berat yang harus diberikan hukuman berat. Masyarakat Baduy tidak pernah berkelahi sama sekali, paling hanya cekcok mulut saja.

Pakaian Suku Baduy

Dalam kehidupan keseharian manusia, berpakaian merupakan salah satu alat untuk melindungi diri dan menunjukan citra diri terhadap orang lain. Dalam hal ini masyarakat Baduy yang merupakan suku terasing di Banten sudah memikirkan dalam hal berpakaian dalam masyarakatnya..Sebelumnya Suku Baduy adalah suku yang menetap di ujung Pulau Jawa sebelah barat Suku Baduy terdiri dari dua kelompok masyarakat, yaitu Baduy Luar, yang tinggal luar daerah Baduy Dalam,dan baduy dalam yang menetap di Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik.Dalam pandangannya mereka yakin berasal dari satu keturunan, yang memiliki satu keyakinan, tingkah laku, cita-cita, termasuk busana yang dikenakannya pun adalah sama. Kalaupun ada perbedaan dalam berbusana, perbedaan itu hanya terletak pada bahan dasar, model dan warnanya saja.Baduy Dalam merupakan masyarakat yang masih tetap mempertahankan dengan kuat nilai-nilai budaya warisan leluhurnya dan tidak terpengaruh oleh kebudayaan luar. Ini berbeda dengan Baduy Luar yang sudah mulai mengenal kebudayaan luar. Perbedaan antara Baduy Dalam dan Baduy Luar seperti itu dapat dilihat dari cara busananya berdasarkan status sosial, tingkat umur maupun fungsinya. Perbedaan busana hanya didasarkan pada jenis kelamin dan tingkat kepatuhan pada adat saja, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar.


Untuk Baduy Dalam, para pria memakai baju lengan panjang yang disebut jamang sangsang,serba putih polos itu dapat mengandung makna suci bersih karena cara memakainya hanya disangsangkan atau dilekatkan di badan. Desain baju sangsang hanya dilubangi/dicoak pada bagian leher sampai bagian dada saja. Potongannya tidak memakai kerah, tidak pakai kancing dan tidak memakai kantong baju. Warna busana mereka umunnya adalah serba putih. Pembuatannya hanya menggunakan tangan dan tidak boleh dijahit dengan mesin. Bahan dasarnya pun harus terbuat dari benang kapas asli yang ditenun.Untuk bagian bawahnya menggunakan kain serupa sarung warna biru kehitaman, yang hanya dililitkan pada bagian pinggang. Agar kuat dan tidak melorot, sarung tadi diikat dengan selembar kain. Untuk kelengkapan pada bagian kepala suku baduy menggunakan ikat kepala berwarna putih. Ikat kepala ini berfungsi sebagai penutup rambut mereka yang panjang, kemudian dipadukan dengan selendang atau hasduk Masyarakat Baduy yakin dengan pakaian yang serba putih polos itu dapat mengandung makna suci bersih.

Bagi suku Baduy Luar, busana yang mereka pakai adalah baju kampret berwarna hitam. Ikat kepalanya juga berwarna biru tua dengan corak batik. Desain bajunya terbelah dua sampai ke bawah, seperti baju yang biasa dipakai khalayak ramai. Sedangkan potongan bajunya mengunakan kantong, kancing dan bahan dasarnya tidak diharuskan dari benang kapas murni. Cara berpakaian suku Baduy Luar Panamping memamg ada sedikit kelonggaran bila dibandingkan dengan Baduy Dalam. Terlihat dari warna, model ataupun corak busana Baduy Luar, menunjukan bahwa kehidupan mereka sudah terpengaruh oleh budaya luar. busana bagi kalangan pria Baduy adalah amat penting. Bagi masyarakat Baduy Dalam maupun Luar biasanya jika hendak bepergian selalu membawa senjata berupa golok yang diselipkan di balik pinggangnya serta dilengkapi dengan membawa tas kain atau tas koja yang dicangklek (disandang) di pundaknya.

Sedangkan, untuk busana yang dipakai di kalangan wanita Baduy dalam maupun Baduy Luar tidak terlalu menampakkan perbedaan yang mencolok. Model, potongan dan warna pakaian, kecuali baju adalah sama. Mereka mengenakan busana semacam sarung warna biru kehitam-hitaman dari tumit sampai dada. Busana seperti ini biasanya dikenakan untuk pakaian sehari-hari di rumah. Bagi wanita yang sudah menikah, biasanya membiarkan dadanya terbuka secara bebas, sedangkan bagi para gadis buah dadanya harus tertutup. Untuk pakaian bepergian, biasanya wanita Baduy memakai kebaya, kain tenunan sarung berwarna biru kehitam-hitaman, karembong, kain ikat pinggang dan selendang. Warna baju untuk Baduy Dalam adalah putih dan bahan dasarnya dibuat dari benang kapas yang ditenun sendiri.

Untuk memenuhi kebutuhan pakaiannya, masyarakat suku Baduy menenun sendiri yang dikerjakan oleh kaum wanita. Dimulai dari menanam biji kapas, kemudian dipanen, dipintal, ditenun sampai dicelup menurut motifnya khasnya. Penggunaan warna pakaian untuk keperluan busana hanya menggunakan warna hitam, biru tua dan putih. Kain sarung atau kain wanita hampir sama coraknya, yaitu dasar hitam dengan garis-garis putih, sedangkan selendang berwana putih, biru, yang dipadukan dengan warna merah. Semua hasil tenunan tersebut umumnya tidak dijual tetapi dipakai sendiri. Bertenun biasanya dilakukan oleh wanita pada saat setelah panen. Jenis busana yang dikerjakan antara lain, baju, kain sarung, kain wanita, selendang dan ikat kepala. Selain itu, ada kerajinan yang dilakukan oleh kalangan pria di antaranya adalah membuat golok dan tas koja, yang terbuat dari kulit pohon teureup ataupun benang yang dicelup.

Kepercayaan Suku Badui

Kepercayaan Suku Baduy atau masyarakat kanekes sendiri sering disebut dengan Sunda Wiwitan yang berdasarkan pada pemujaan nenek moyang (animisme), namun semakin berkembang dan dipengaruhi oleh agama lainnya seperti agama Islam, Budha dan Hindu. Namun inti dari kepercayaan itu sendiri ditunjukkan dengan ketentuan adat yang mutlak dengan adanya “pikukuh” ( kepatuhan) dengan konsep tidak ada perubahan sesedikit mungkin atau tanpa perubahan apapun.


Objek kepercayaan terpenting bagi masyarakat Kanekes adalah Arca Domas, yang lokasinya dirahasiakan dan dianggap paling sakral. masyarakatnya mengunjungi lokasi tersebut dan melakukan pemujaan setahun sekali pada bulan kalima. Hanya ketua adat tertinggi puun dan rombongannya yang terpilih saja yang dapat mengikuti rombongan tersebut. Di daerah arca tersebut terdapat batu lumping yang dipercaya apa bila saat pemujaan batu tersebut terlihat penuh maka pertanda hujan akan banyak turun dan panen akan berhasil, dan begitu juga sebaliknya, jika kering atau berair keruh pertanda akan terjadi kegagalan pada panen.

Mata Pencaharian Suku Badui

Mata pencaharian masyarakat Baduy adalah bertani dan menjual buah-buahan yang mereka dapatkan dari hutan. Selain itu Sebagai tanda kepatuhan/pengakuan kepada penguasa, masyarakat Kanekes secara rutin melaksanakan seba yang masih rutin diadakan setahun sekali dengan mengantarkan hasil bumi kepada penguasa setempat yaitu Gubernur Banten. Dari hal tersebut terciptanya interaksi yang erat antara masyarakat Baduy dan penduduk luar. Ketika pekerjaan mereka diladang tidak mencukupi, orang Baduy biasanya berkelana ke kota besar sekitar wilayah mereka dengan berjalan kaki, umumnya mereka berangkat dengan jumlah yang kecil antara 3 sampai 5 orang untuk mejual madu dan kerajinan tangan mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Perdagangan yang semula hanya dilakukan dengan barter kini sudah menggunakan mata uang rupiah. Orang baduy menjual hasil pertaniannya dan buah-buahan melalui para tengkulak. Mereka juga membeli kebutuhan hidup yang tidak diproduksi sendiri di pasar. Pasar bagi orang Kanekes terletak di luar wilayah Kanekes seperti pasar Kroya, Cibengkung, dan Ciboleger.


Sumber :
http://www.explore-indo.com/budaya/166-menelusuri-kebudayaan-baduy-sebuah-kepatuhan-mutlak.html
http://www.swaberita.com/2008/05/29/nusantara/suku-baduy-di-pedalaman-banten.html

Eksotisme Air terjun lider

Mendengar cerita seorang teman yang penuh semangat tentang eksotisme Air Terjun Lider, begitu menggoda hasrat saya untuk menaklukannya. Salah satu obyek wisata di Banyuwangi ini memang belum banyak dikenal apalagi dikunjungi orang, karena harus menempuh medan yang cukup sulit Tapi, perjalanan menempuh air terjun Lider adalah surga para petualang. Medan yang cukup menguji nyali ini, tiap akhir pekan banyak dikunjungi oleh para crosser yang haus akan tantangan. Ya, menikmati perjalanan wisata di tengah hutan perawan adalah kepuasan yang tak ternilai. Akhirnya, tanggal 2 Oktober 2011 kemarin saya dan istri memutuskan untuk berangkat kesana dengan dipandu oleh anak kecil setempat

Air Terjun Lider sebagai salah satu obyek wisata Kabupaten Banyuwangi, memiliki pesona yang masih benar-benar alami. Air terjun dengan ketinggian -+ 100 m ini sangat indah dan mengagumkan bagi siapa saja yang menyaksikan keasrian pesonanya. Tumpahan Air Terjun Lider dengan ketinggian 1.300 meter diatas permukaan laut. dan berasal dari mata air pegunungan. Di kawasan hutan lindung dengan hijau pepohonan dan bebatuan yang ada di dasarnya serta kebeningan airnya membuat menjadi nyaman untuk dinikmati. Tempat ini dapat ditempuh dengan sedikit treking, melalui jalan kecil yang dikelilingi tanaman kebun yang menghijau dan udara yang segar.
Lokasinya terletak di desa Sragi, kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur. Berada di tengah kawasan hutan lindung yang juga masuk dalam pengawasan Kawasan Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Perhutani Sidomulyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kali Setail kecamatan Sempu, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat. Dinamakan Air Terjun Lider dikarenakan lokasinya terletak di kawasan hutan lindung petak 74, Blok Lider. Air terjun yang terletak di lereng timur Gunung Raung ini, berjarak sekitar 45 km dari kota Banyuwangi.

Aksesbilitas
Untuk bisa sampai ke lokasi Air Terjun Lider, ada dua jalur yang bisa dilalui. Jalan pertama melewati Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu sepanjang 5 km. Maka hutan pinus, perkebunan kopi, cengkeh, karet dan tebu akan menjadi pemandangan sepanjang jalan menuju post terakhir pemukiman “Dani”. Tapi, jalan yang ditempuh tidak mulus. pecahan batu gunung berukuran sedang akan menghiasi sepanjang jalan menuju lokasi air terjun, sehingga perlu kehati - hatian jika menggunakan kendaraan roda dua.Sesekali dapat dijumpai suasana kehidupan perkebunan semasa penjajahan Belanda, lengkap dengan rumah khas peninggalannya yang dulu ditempati oleh para pejabat perkebunan.Setelah itu, setiap pengunjung akan melanjutkan perjalanan dengan cara jalan kaki atau treking menuju lokasi terjun sepanjang kurang lebih satu kilo meter

Jalan alternatif lainnya adalah melewati Desa Sragi, Kecamatan Songgon dengan jarak sekitar 8 km dari perkampungan warga, jalur ini yang kami tempuh dengan kendaraan roda dua. Selama dalam perjalanan menuju perkampungan “Dani”, kita dimanjakan dengan udara yang terasa semakin segar dan menyejukkan, meskipun medannya cukup menyiksa shockbreaker motor. Tampak disamping kanan kiri jalan terdapat karung-karung goni tempat penyimpanan dedaunan cengkeh kering berjatuhan yang nantinya akan disuling minyaknya. Deretan tanaman pinus, karet, dan tebu juga akan kita jumpai.
Sayangnya, kondisi jalan di dua jalur tersebut sama-sama kurang mendukung. Sebab selain tidak beraspal, jalannya juga sangat rusak. Apalagi kalau di musim penghujan sangat becek.

Perjalanan kami berlanjut tanpa menggunakan kendaraan karena memang lokasi Air Terjun Lider berada di tengah hutan belantara. Dari pos terakhir tersebut, kami masih harus menempuh jalan setapak atau treking sejauh 1 km. Medan yang dilalui sungguh sulit. Harus naik turun sisi tebing jurang yang curam melalui tanah basah yang sangat licin dan berliku, menembus padatnya tumbuhan khas hutan tropis. Vegetasi hutan alam yang masih perawan bisa ditemui disini. Selain itu, kita harus menyeberangi sungai sebanyak 7 kali. Namun jangan khawatir, sungai yang masuk jalur menuju lokasi air terjun ini tidak ada yang dalam, berkisar antara 30 – 50 cm saja. Bahkan airnya sangat jernih sehingga mampu menggoda siapapun untuk mencicipi kesejukan air sungai disini, termasuk saya. Tantangan lainnya, terkadang kami harus rela berbasah-basah menceburkan diri ke sungai untuk menghindari pohon-pohon yang tumbang di pinggirnya. Kondisi lingkungan yang belum dikelola secara intensif, memunculkan kesan masih asli dengan suasana sangat alami. Suasana redup sinar matahari yang sulit menembus rimbunnya dedaunan, kicauan berbagai jenis burung bersahut-sahutan, beragam jenis tanaman khas tropika, dan tentu saja jernihnya air sungai yang kita seberangi.
ika kita beruntung, beberapa hewan seperti kera dan burung akan dapat kita jumpai di hutan yang terkenal akan keanekaragaman flora dan faunanya ini.

Sampai akhirnya, tibalah kami di Air Terjun Lider. Luar biasa... Indah sekali. Kami seperti berada di lubang sumur besar dengan dinding berupa tebing yang berdiri tegak, seolah-olah terbelah oleh pancuran air yang sangat jernih. Kejernihan airnya makin indah dipandang, manakala butirannya pecah lembut karena terjun bebas dari ketinggian 100 meter. Dua jam capeknya berkendara, delapan kali harus bertanya arah, berkali-kali hampir jatuh dari motor, satu jam naik turun tebing curam, baju dan celana yang khas penambang pasir, dan aksi donor darah kami yang membuat tubuh lintah menggelembung terlupakan sudah. Terbayarkan oleh pesona air terjun tertinggi di Banyuwangi yang masih terjaga keaslian alamnya ini. Dengan bentuk air yang menggumpal dan mengular panjang ketika terjatuh, suara menderu dan terdengar dengan sangat cepat membelah kesunyian hutan, serta derasnya air yang membuat daun-daun hijau pepohonan di sekelilingnya bergoyang, membuat pemandangan di lokasi Air Terjun Lider semakin menyejukan. Panorama di sekitar pun menjadi semakin eksotik dengan adanya dinding tebing berupa deretan batu berdimensi rata yang terlihat menggantung diantara dua jurang yang menghimpit air terjun tersebut.
Air Terjun Lider mempunyai kandungan air yang lebih segar dibandingkan dengan air terjun lain yang terdapat di sekitar kota Banyuwangi. Kemungkinan karena sumber airnya berasal dari hutan alami yang mengalir sepanjang 2 km. Di sekitar Air Terjun Lider juga terdapat empat air terjun lain yang merupakan bagian dari air terjun utamanya. Suatu saat kami ingin menikmati saat matahari sedang terbit, panorama di depan Air Terjun Lider sangat menakjubkan. Sinar matahari yang mulai merambat terbias oleh butiran-butiran air yang memercik dari air terjun, sehingga membias jadi pelangi.
Bagi anda yang suka petualangan, mengunjungi Air Terjun Lider mungkin bisa menjadi tantangan dan ajang rekreasi yang barangkali mampu mengusir kejenuhan dari rutinitas keseharian. Dengan keindahan serta eksotika alam yang luar biasa alami, menjadikan Air Terjun Lider memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan diinformasikan juga bahwa tak jarang puluhan wisatawan manca negara berbondong-bondong mengunjunginya, khususnya setelah mereka melakukan perjalanan ke Cagar Alam Kawah Ijen atau lokasi Agrowisata di Kali Klatak, Banyuwangi.

Tips Menuju Wisata Alam Air Terjun Lider :
Pastikan kondisi kendaraan anda seluruhnya dalam keadaan baik karena medan yang dilewati sangatlah sulit dengan batu gunung lancip hampir di sepanjang jalan.
Jika cuaca sedang hujan, sebaiknya membawa air tembakau karena saat melewati hutan lindung akan sering kita jumpai lintah (pacet) di dedaunan yang akan berusaha menghisap darah di bagian tubuh kita .
Jika anda termasuk orang yang suka berlama-lama di suatu tempat, alangkah baiknya membawa minuman dan snack favorit karena di lokasi terjun tidak ada penjual makanan dan minuman.

berikut gambar dari Air terjun Lider :

6 Nov 2012

How to Get Followers to Your Blog


How to Get Followers to Your Blog thumbnail
Reciprocal commenting is a tried-and-true method to increase traffic.
Trying to build, and then grow, a solid base of followers may make you suspect that popular bloggers have some kind of secret formula. It does take time and effort to form a flock of faithful followers, but there are helpful tools and reliable techniques, so apply some virtual elbow grease toward getting more followers and you’ll enjoy greater success. Bottom line, it’s all about reciprocity, networking and social media. 

    Instructions


    1. Make Your Blog Interactive

      • 1
        Invite real life and online friends to read your blog. If your blog centers around a specific topic such as food, pets, home, books or politics, invite friends who will buzz about your chosen topic. Or, if your blog is about a specific demographic -- such as Generation Y, GenXers or Baby Boomers -- invite friends from that demographic. Some services advertise that they’ll get a large number of followers for your blog, but this service comes with a price tag. And, they do not target followers by specific interests.
      • 2
        Include a comment function on your blog and write insightful replies to comments. Sometimes, it’s acceptable to write a simple “Thanks for reading,” but it’s always more helpful to be personal. Did the commenter connect your blog post to something in her life? Respond directly to the comment. Commenting is a two-way conversation.
      • 3
        Provide good content and don’t expect overnight results. Layla Morgan Wilde is a Westchester County, NY-based writer/photographer and life coach/cat behavior guru who has has two blogs, “Cat Wisdom 101” and “The Boomer Muse.” She knows what it takes to blog twice daily, do yoga, run an efficient house and garden, and then socialize with her filmmaker husband. Wilde’s advice for getting more followers is to “provide unique, interesting content, above all. Be engaged, follow others and leave comments at other blogs regularly,” she says. ''It takes time.”
      • 4
        Create a consortium of like-minded blogs, where consortium members take turns posting. This way, members do not have to blog daily but they benefit from a larger following. The consortium could be about pets, food or travel blogs, for instance. Start by visiting similar blogs and developing relationships with their creators. Create a catchy consortium name such as the “The Cat’s Pajamas,’’ “Foodie Fantasies,” or “Planet Travel.” Each member should follow each other member on a blogroll.

      Social Networking Tools

      • 5
        “Network, network, network.” Join Facebook and Twitter. On Facebook, post links to your blog and discuss your blog in comments. Or, create a Facebook event about your blog. Authors with books are popular guest bloggers, and you can give away copies of the author’s book to a few commenters. Join Twitter. In 140-character tweets, tell your Twitter followers what you’re up to. Interact with your followers and those you follow. Consider that the time you spend interacting on social media is equivalent to attending real-life networking events.
      • 6
        Join sites such as Google Plus, Tumblr, StumbleUpon and Digg. The professional networking site, LinkedIn, can also be helpful. Never spam your contacts on any site. Don’t invite someone to be your Facebook friend and then first off ask her to follow your blog, without interacting with her. Successful bloggers know that readers are those they have already established a relationship with.
      • 7
        Use social bookmarking tools. Approximately 30 social bookmarking sites exist that can bring readers to your blog. Tools such as those on Online Marketing Blog enable you to install social bookmarking buttons directly on your blog. Blogger and Wordpress offer gadgets such as a visitor counter, a follower gadget, a search function gadget and blog stats, among others. Google also provides forums for Blogger that explain how to use Blogger to get more followers. Enable your readers to read your blog via RSS feed.
      • 8
        Describe your blog in the keyword section. Don’t pepper your blog with keywords, though; “keyword stuffing” does not increase your chance of a better search engine ranking. It can make your blog clunky to read, which turns away readers. Using Google Webmaster Tools and Bing Webmaster Tools, index your blog with the search engines. Post frequently, with fresh content. Realize, too, that it can take months before the search engines have fully indexed your blog.


    Beautiful PLACES

    We live in a world blessed with sights that are beautiful beyond words. Every human being probably dreams of visiting at least one of those places in their lifetime. Living in modern cities with high-rise buildings, we tend to miss out on what Mother Nature has to offer as well as some of the most incredible man-made structures built throughout the course of history.

    Look at the places below, and you will see beauty that fills the eye and warms the heart. It wouldn’t be appropriate or humanly possible to just pick a few places from the huge collection of amazing sights around the world and call them the “best.”

    They say that “beauty is in the eye of the beholder,” and there are perhaps other places that have touched your heart. For this reason, we do not claim the places included in our list are the best, but rather among the vast collection of the most beautiful places of the world.

    Skardu Valley – Pakistan

    Photo by bogavanterojo


    Photo by NotMicroButSoft


    Skardu Valley is part of the Baltistan. Baltistan is spread over an area of 26,000 square kilometres – just right below the jagged and glaciated ramparts of the Karakoram. Once part of Laddakh, it was known as Tibet-i-Khurd – Little Tibet. Archaeological exploration has proven that it was encompassed by the Silk Trade Route.

    Shangrila – Pakistan

    Photo by NotMicroButSoft


    Shangrila Resort Skardu, also known as “Heaven on Earth”, is nestled amongst some of the world’s highest peaks. It encircles the heart shaped “Kachura Lake” and is surrounded by fruit laden orchards and flower filled gardens.

    Lake Saiful Muluk – Pakistan

    Photo by Fahd Murtaza


    Lake Saiful Muluk is a lake located at the northern end of the Kaghan Valley near Naran. A fairy tale called Saiful Muluk, written by the famous sufi poet Mian Muhammad Bakhsh, is associated with the lake. It is the story of prince of Persia who fell in love with a fairy princess at the lake. The impact of the lake beauty is of such extent that people believe that fairies come down to lake in full moon.

    The Grand Canyon, United States





    A steep gorge by the Colorado River, Arizona in the United States, the Grand Canyon has some truly enjoyable scenery. It is 277 miles in length, 4 to 18 miles in width, and about a mile deep. Scientists believe that the canyon was created by the Colorado River over a six million year period.







    Native Americans built settlements in the caves within the canyon before the emigration of Europeans. It was also considered to be a site of pilgrimage by the Pueblo people. The first recorded visit to the Grand Canyon by the Europeans was in 1869. Although it is not the deepest canyon in the world, it is known for its extremely large size and beautifully intricate landscape. The Grand Canyon National Park is said to be one of the first national parks in the United States and it attracts more than five million visitors a year. Weather conditions in the Grand Canyon vary greatly between seasons as well as varying at different elevations. While winter snow is experienced by the higher forested rims, the inner gorge has a desert temperature because of the low elevation.

    The Great Barrier Reef, Australia

    One of the natural wonders of the world, the Great Barrier Reef off the east coast of Australia is the world’s largest coral reef. It has the distinction of being placed in the World Heritage as well as the National Heritage lists.







    With more than 600 islands and coral cays, the reef covers more than 300,000 sq. km. Corals make up the reefs and cays and are responsible for a huge variety of sea life in the reef — green turtles, several varieties of whales and dolphins, the dugong, about 4000 types of mollusks, 1500 different species of fish, as well as beautifully colored bird life encompassing at least 200 species. The Great Reef Marine Park is a huge tourist attraction with millions of tourists visiting the area each year. Sporting activities include reef sailing, scuba diving, and snorkeling, amongst others.

    Cape Town, South Africa

    Aptly called “Heaven on earth,” this beautiful town at the tip of the African continent, with small roads surrounded by huge mountains, makes a person feel small; showing how marvelous and dominating nature can actually be.







    The Cape Dutch style buildings depict the architectural heritage of the place. Beauty abounds in the black clouds that seem to pay homage to Table Mountain at all times. Cape Point, Signal Hill, Chapman’s Peak Drive, Victoria & Alfred Waterfront, Robben Island, Rhodes Memorial, and the beaches are some of the famous tourist attractions. Located on the shore of Table Bay, Cape Town is famous for its natural floral kingdom as well as its harbor. This town is one of the most popular tourist attractions of South Africa with its wine tasting day trips, whale watching, and dolphin watching.

    Taj Mahal, India

    The Taj Mahal in India is one of the wonders of the world and is one of the most beautiful mausoleums constructed by the Mughal emperor, Shah Jahan, in memory of his favorite queen, Mumtaz Mahal. Located in Agra, white marble was used in the construction of this symbol of love, and the Taj Mahal is considered to be the pinnacle of Mughal architecture.







    As the story goes, the emperor was grief-stricken when he lost his beloved third wife, Mumtaz Mahal. It took thousands of craftsmen and artisans, and about twenty years to construct it. The masons, stone cutters, carvers, inlayers, calligraphers, painters, and others were brought from throughout the entire empire as well as from Iran and Central Asia. Semi-precious stones were used for inlay ornamentation. It later became the mausoleum of Shah Jahan too. This is a huge tourist attraction with one to two million tourists visiting it every year.

    Canadian Rockies, Canada

    The majestic Canadian Rockies are the Canadian segment of the North American Rocky Mountains. They are a visitor’s wonderland and the playground for western Canada. They are older than the American Rockies and are formed from over thrusting.







    The Canadian Rockies house five national parks, and four of those national parks (along with other provincial parks) combine to form a single UNESCO World Heritage Site that consists of beautiful mountain landscapes, lakes, canyons, waterfalls, glaciers, peaks, limestone caves, and fossils. Mount Robson is the highest peak of the Canadian Rockies and climbing it is considered a challenge. These beautiful mountains are a haven for hikers and walkers alike.

    Machu Picchu, Peru

    Machu Picchu in Peru, which means ‘Old Peak,” is one of the most enigmatic ancient sites in the world. According to legend, Machu Picchu was long ago considered to be a sacred place. The credit for the creation of the extraordinary city goes to the Inca people who have erected many stone structures and turned the place into a work of art.








    Two thousand feet above the Urubamba river, these ruins consist of baths, temples, palaces, and about 150 houses, all very well preserved. These gray granite structures, some of which weigh more than 50 tons, are so perfectly sculpted that they are nothing less than works of architectural genius. They were rediscovered by a Yale archaeologist in 1911. The ethereal beauty, workmanship, and history of the place attracts millions of tourists each year.

    The Pyramids, Egypt

    The Egyptian pyramids are massive monuments with a square base and four triangular sides rising up to a point. There is still a lot of curiosity (and many theories) as to how the pyramids were actually constructed.









    It is generally believed that the Egyptians began constructing them after 2700 B.C. and that they were built as tombs for the pharaohs. The most well-known (and the largest) pyramids of Egypt are the Pyramids at Giza which are said to be the largest ever built. It’s said that the Great Pyramid at Giza took 23 years to complete, using a work force of around 30,000 people. About 118 pyramids have been identified, and they are popular and intriguing to tourists and home researchers alike.

    Petra, Jordan

    Described by the UNESCO as “one of the most precious cultural properties of man’s cultural heritage”, Petra is an archeological site on the slope of Mount Hor. It is one of the new wonders of the world and is famous for its rock-cut architecture.









    This site was kept hidden until 1812 when it was discovered by a Swiss explorer. It was said to have been prepared by God for the Jewish people. Petra once flourished under the Roman empire but a rapid decline began with the Arabian trade being taken elsewhere. Then an earthquake caused a great deal of destruction. Tourists frequent the place to get a glimpse of the ruins of this beautiful city.

    Great Wall of China, China

    One of the seven wonders of the world, the Great Wall of China is a man-made structure that was constructed over two thousand years ago and took about 100 years to complete. The vastness of this project brings to light the immense capabilities of man.







    The constructions started in the 5th Century B.C. It is actually not a single wall, but rather many walls put together, and it stretches over 4,000 miles. It was constructed to protect the Chinese Empire from the Xiongnu people in the north. The wall was initially built of stone, grass, earth, and wood, but bricks were used once the production started. It is believed that about 2-3 million Chinese died during the construction project.

    The Iguazu Waterfalls, Argentina-Brazil Border


    Heralded as the most beautiful waterfalls in the world, the Iguazu Waterfalls are a true wonder of nature. They are located at the border of Argentina, Brazil, and Paraguay. While the Argentinean side allows visitors to walk right around the water or explore the National Park, the Brazilian side is known for its panoramic views and splendor.







    First Lady Eleanor Roosevelt is believed to have exclaimed upon seeing these falls, “poor Niagara.” The area surrounding the falls provides ample opportunities for rock climbing as well as water sports. Iguazu has the distinction of having a greater annual flow than any other waterfall in the world.

    With all of these, and many more beautiful places that exist in our world, we surrounded by choices. The only way to decide on the places to visit is to follow your heart. While some may love the tranquility of water, others may bury themselves deep in architectural miracles, ancient sites, or the serenity of a small town.