8 Nov 2012

Eksotisme Air terjun lider

Mendengar cerita seorang teman yang penuh semangat tentang eksotisme Air Terjun Lider, begitu menggoda hasrat saya untuk menaklukannya. Salah satu obyek wisata di Banyuwangi ini memang belum banyak dikenal apalagi dikunjungi orang, karena harus menempuh medan yang cukup sulit Tapi, perjalanan menempuh air terjun Lider adalah surga para petualang. Medan yang cukup menguji nyali ini, tiap akhir pekan banyak dikunjungi oleh para crosser yang haus akan tantangan. Ya, menikmati perjalanan wisata di tengah hutan perawan adalah kepuasan yang tak ternilai. Akhirnya, tanggal 2 Oktober 2011 kemarin saya dan istri memutuskan untuk berangkat kesana dengan dipandu oleh anak kecil setempat

Air Terjun Lider sebagai salah satu obyek wisata Kabupaten Banyuwangi, memiliki pesona yang masih benar-benar alami. Air terjun dengan ketinggian -+ 100 m ini sangat indah dan mengagumkan bagi siapa saja yang menyaksikan keasrian pesonanya. Tumpahan Air Terjun Lider dengan ketinggian 1.300 meter diatas permukaan laut. dan berasal dari mata air pegunungan. Di kawasan hutan lindung dengan hijau pepohonan dan bebatuan yang ada di dasarnya serta kebeningan airnya membuat menjadi nyaman untuk dinikmati. Tempat ini dapat ditempuh dengan sedikit treking, melalui jalan kecil yang dikelilingi tanaman kebun yang menghijau dan udara yang segar.
Lokasinya terletak di desa Sragi, kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur. Berada di tengah kawasan hutan lindung yang juga masuk dalam pengawasan Kawasan Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Perhutani Sidomulyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kali Setail kecamatan Sempu, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat. Dinamakan Air Terjun Lider dikarenakan lokasinya terletak di kawasan hutan lindung petak 74, Blok Lider. Air terjun yang terletak di lereng timur Gunung Raung ini, berjarak sekitar 45 km dari kota Banyuwangi.

Aksesbilitas
Untuk bisa sampai ke lokasi Air Terjun Lider, ada dua jalur yang bisa dilalui. Jalan pertama melewati Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu sepanjang 5 km. Maka hutan pinus, perkebunan kopi, cengkeh, karet dan tebu akan menjadi pemandangan sepanjang jalan menuju post terakhir pemukiman “Dani”. Tapi, jalan yang ditempuh tidak mulus. pecahan batu gunung berukuran sedang akan menghiasi sepanjang jalan menuju lokasi air terjun, sehingga perlu kehati - hatian jika menggunakan kendaraan roda dua.Sesekali dapat dijumpai suasana kehidupan perkebunan semasa penjajahan Belanda, lengkap dengan rumah khas peninggalannya yang dulu ditempati oleh para pejabat perkebunan.Setelah itu, setiap pengunjung akan melanjutkan perjalanan dengan cara jalan kaki atau treking menuju lokasi terjun sepanjang kurang lebih satu kilo meter

Jalan alternatif lainnya adalah melewati Desa Sragi, Kecamatan Songgon dengan jarak sekitar 8 km dari perkampungan warga, jalur ini yang kami tempuh dengan kendaraan roda dua. Selama dalam perjalanan menuju perkampungan “Dani”, kita dimanjakan dengan udara yang terasa semakin segar dan menyejukkan, meskipun medannya cukup menyiksa shockbreaker motor. Tampak disamping kanan kiri jalan terdapat karung-karung goni tempat penyimpanan dedaunan cengkeh kering berjatuhan yang nantinya akan disuling minyaknya. Deretan tanaman pinus, karet, dan tebu juga akan kita jumpai.
Sayangnya, kondisi jalan di dua jalur tersebut sama-sama kurang mendukung. Sebab selain tidak beraspal, jalannya juga sangat rusak. Apalagi kalau di musim penghujan sangat becek.

Perjalanan kami berlanjut tanpa menggunakan kendaraan karena memang lokasi Air Terjun Lider berada di tengah hutan belantara. Dari pos terakhir tersebut, kami masih harus menempuh jalan setapak atau treking sejauh 1 km. Medan yang dilalui sungguh sulit. Harus naik turun sisi tebing jurang yang curam melalui tanah basah yang sangat licin dan berliku, menembus padatnya tumbuhan khas hutan tropis. Vegetasi hutan alam yang masih perawan bisa ditemui disini. Selain itu, kita harus menyeberangi sungai sebanyak 7 kali. Namun jangan khawatir, sungai yang masuk jalur menuju lokasi air terjun ini tidak ada yang dalam, berkisar antara 30 – 50 cm saja. Bahkan airnya sangat jernih sehingga mampu menggoda siapapun untuk mencicipi kesejukan air sungai disini, termasuk saya. Tantangan lainnya, terkadang kami harus rela berbasah-basah menceburkan diri ke sungai untuk menghindari pohon-pohon yang tumbang di pinggirnya. Kondisi lingkungan yang belum dikelola secara intensif, memunculkan kesan masih asli dengan suasana sangat alami. Suasana redup sinar matahari yang sulit menembus rimbunnya dedaunan, kicauan berbagai jenis burung bersahut-sahutan, beragam jenis tanaman khas tropika, dan tentu saja jernihnya air sungai yang kita seberangi.
ika kita beruntung, beberapa hewan seperti kera dan burung akan dapat kita jumpai di hutan yang terkenal akan keanekaragaman flora dan faunanya ini.

Sampai akhirnya, tibalah kami di Air Terjun Lider. Luar biasa... Indah sekali. Kami seperti berada di lubang sumur besar dengan dinding berupa tebing yang berdiri tegak, seolah-olah terbelah oleh pancuran air yang sangat jernih. Kejernihan airnya makin indah dipandang, manakala butirannya pecah lembut karena terjun bebas dari ketinggian 100 meter. Dua jam capeknya berkendara, delapan kali harus bertanya arah, berkali-kali hampir jatuh dari motor, satu jam naik turun tebing curam, baju dan celana yang khas penambang pasir, dan aksi donor darah kami yang membuat tubuh lintah menggelembung terlupakan sudah. Terbayarkan oleh pesona air terjun tertinggi di Banyuwangi yang masih terjaga keaslian alamnya ini. Dengan bentuk air yang menggumpal dan mengular panjang ketika terjatuh, suara menderu dan terdengar dengan sangat cepat membelah kesunyian hutan, serta derasnya air yang membuat daun-daun hijau pepohonan di sekelilingnya bergoyang, membuat pemandangan di lokasi Air Terjun Lider semakin menyejukan. Panorama di sekitar pun menjadi semakin eksotik dengan adanya dinding tebing berupa deretan batu berdimensi rata yang terlihat menggantung diantara dua jurang yang menghimpit air terjun tersebut.
Air Terjun Lider mempunyai kandungan air yang lebih segar dibandingkan dengan air terjun lain yang terdapat di sekitar kota Banyuwangi. Kemungkinan karena sumber airnya berasal dari hutan alami yang mengalir sepanjang 2 km. Di sekitar Air Terjun Lider juga terdapat empat air terjun lain yang merupakan bagian dari air terjun utamanya. Suatu saat kami ingin menikmati saat matahari sedang terbit, panorama di depan Air Terjun Lider sangat menakjubkan. Sinar matahari yang mulai merambat terbias oleh butiran-butiran air yang memercik dari air terjun, sehingga membias jadi pelangi.
Bagi anda yang suka petualangan, mengunjungi Air Terjun Lider mungkin bisa menjadi tantangan dan ajang rekreasi yang barangkali mampu mengusir kejenuhan dari rutinitas keseharian. Dengan keindahan serta eksotika alam yang luar biasa alami, menjadikan Air Terjun Lider memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan diinformasikan juga bahwa tak jarang puluhan wisatawan manca negara berbondong-bondong mengunjunginya, khususnya setelah mereka melakukan perjalanan ke Cagar Alam Kawah Ijen atau lokasi Agrowisata di Kali Klatak, Banyuwangi.

Tips Menuju Wisata Alam Air Terjun Lider :
Pastikan kondisi kendaraan anda seluruhnya dalam keadaan baik karena medan yang dilewati sangatlah sulit dengan batu gunung lancip hampir di sepanjang jalan.
Jika cuaca sedang hujan, sebaiknya membawa air tembakau karena saat melewati hutan lindung akan sering kita jumpai lintah (pacet) di dedaunan yang akan berusaha menghisap darah di bagian tubuh kita .
Jika anda termasuk orang yang suka berlama-lama di suatu tempat, alangkah baiknya membawa minuman dan snack favorit karena di lokasi terjun tidak ada penjual makanan dan minuman.

berikut gambar dari Air terjun Lider :

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

don't Forget to COMMENT