3 Mar 2013

Negara Agraris tapi Miskin Petani

       Ya, negara kita negara Indonesia. Negara yang diciptakan sebagai negara yang penuh dengan kekayaan alam, negara dengan tanah yang paling subur, negara Kolam Susu. Dahulu, negara kita dijajah oleh bangsa luar karena akan hasil kekayaan alam yang berlimpah seperti rempah-rempah, beras atau lain sebagainya. Contoh Jepang, Belanda dan Inggris mereka berebut untuk mengusai negara kita untuk mendapatkan apa yang mereka mau yaitu hasil kekayaan alam Tanah Air Indonesia. Akan tetapi, sekarang Indonesia telah miskin. Miskin kekayaan alam dan juga miskin pengelola. Dari tahun ke tahun petani Indonesia mulai menipis, bagaimana tidak? masyarakat Indonesia sekarang lebih mementingkan perkembangan teknologi dari pada mengurus dan memanfaatkan alam kita sedangkan pemerintah lebih cenderung mengurusi uang untuk kepentingan pribadi dari pada subsidi untuk para petani sehingga hal ini membuat masyarakat menganggap bahwa profesi petani di Indonesia bukanlah profesi yang menjanjikan. Memang ada sebagian masyarakat Indonesia yang masih bertahan sebagai petani tapi itu masih 0,5% dari sejuta masyarakat Indonesia yang masih berprofesi sebagai petani. Itu mengapa? karena petani di Indonesia seperti mati kelaparan diatas lubung tanahnya sendiri. Walaupun hasil petani melimpah tapi mereka belum pernah merasakan kesejateraan sebagai petani. Dari hasil yang melimpah itu pemerintah tidak pernah menghargai jerih payah para petani.

     Banyak pemberitaan mengatakan bahwa pemerintah telah mengambil alih tanah petani untuk dijadikan sebagai gedung pemerintahan seperti DPR, MPR, perusahaan BUMN dan lain sebagainya. Katanya pembangunan ini untuk menjadikan negara kita sejahtera tapi kenyataannya yang kita lihat DPR, MPR dan pemerintah lainnya telah korupsi. Jadi, kata SEJAHTERA itu mana? Rakyat desa tapi tidak ada yang menjadi petani atau tidak memiliki lahan kosong untuk bertani? bukankah ini sangat ironis. Banyak diluar sana para petani demo menuntut hak mereka. Hak mereka dimana memiliki sebidang tanah untuk bercocok tanah, hak dimana mereka mendapatkan kesejateraan hidup. Dahulu kata nenek moyang kita adalah seorang petani. Tapi sekarang kita adalah orang bodoh yang terlalu dijajah oleh teknologi luar negeri. 

Mari! kita selaku pemilik bangsa dan tanah Indonesia berbenah menuju kesejateraan bertani! katakan bahwa "AKU BISA MENJADIKAN NEGERIKU, NEGERI SEJAHTERA"
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

don't Forget to COMMENT